Simpang Batu 6 dan Kota Piring Dipasang ATCS

0
769
Kendaraan saat melintas di simpang Batu 6. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dua persimpangan lampu merah di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang akan dipasang alat Area Traffic Control System (ATCS) atau sistem pengendalian area lalu lintas. Dua simpang tersebut yakni simpang lampu merah Batu 6 dan persimpangan lampu merah Batu 8 Kota Piring.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto kepada Tanjungpinang Pos disela selesai menghadiri acara silaturahmi antara Pejabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Aliza dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Tanjungpinang, Senin (26/2).

Mantan Pejabat Pemprov Kepri ini, mengatakan, dua titik akan dipasang ATCS bukan kewenangan Dishub tapi Kementerian Perhubungan yang telah menetapkan dua titik persimpangan tersebut. Kementerian Perhubungan melalui tim survei langsung turun hingga melihat kondisi arus lalu lintas di persimpangan lampu merah di Tanjungpinang baru-baru ini.

Hasil survei Kementerian Perhubunga, sambung Bambang untuk saat ini, dua simpang lampu merah tersebut yang pantas di pasang ATCS. Kemudian, ditambah lagi dengan kemampuan keuangan dari Kementerian Perhubungan untuk membantu Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan (Dishub).

Sementara itu, Pemko Tanjungpinang melalui Dishub menginginkan sembilan simpang lampu merah di pasang alat ATCS. Mulai dari Simpang lampu merah Batu 10, Bincen, SPBU Sei carang, Kota Piring, Batu Enam, Pamedan, Dokabu, Bappeda, dan Wiratno.

”Alat itu (ATCS, red) dari Kementerian Perhubungan. Karena semua biaya untuk beli alat itu dari pusat, bukan dari kita (Dishub, red). Kita hanya menerima alat itu saja,” kata Bambang.

Dishub Kota Tanjungpinang, lanjut Bambang, pihaknya hanya menyediakan satu ruangan. Ruang tersebut akan digunakan untuk meletakkan alat kontrol alat ATCS serta layar monitor, seperti televisi.

Karena bakal ada pegawai Dishub Kota Tanjungpinang yang ditugaskan untuk mengontrol hingga memantau kondisi di dua titik persimpangan lampu merah tersebut. Misalnya, ada pengendara sepeda motor yang berboncengan tidak mengenakan helm. Petugas Dishub Kota Tanjungpinang bisa langsung menegur pengendara sepedamotor dari ruang kontrol tersebut.

”Kita juga bisa mengatasi macet terjadi di persimpangan lampu merah tersebut. Kita lihat nanti seperti apa. Intinya, kita sudah siapkan satu ruangan untuk alat kontrol itu,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here