Sinergisme, Penghidup dan Penyehat Organisasi 

0
792
Wita Regina Sihombing

Oleh: Wita Regina Sihombing
Mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang

Organisasi memang tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia. Organisasi sudah berdiri dari masa yang dapat dikatakan sudah lampau dan hingga masa sekarang ini pun kita sudah tidak asing lagi bahkan menjadi sering mendengar dan menjumpai sesuatu yang dinamakan dengan organisasi. Mengapa orang berorganisasi? Tentunya berhubungan dengan tujuan organisasi itu sendiri apakah selaras dan satu tujuan dengan apa yang para individu individu dalam organisasi itu sendiri ingin capai atau apa yang hendak mereka kontribusikan, layani, dan kerjakan. Ada juga organisasi yang terbentuk hanya oleh karena kesamaan hobi, yang berarti tujuan mereka pun akhirnya hanya kembali kepada kesenangan masing-masing individu. Masih ada banyak jenis-jenis organisasi yang dapat dibentuk baik berdasarkan tujuan maupun tipe dan bentuknya.

Yang menarik dibahas, bagaimana cara berorganisasi di kampus dan seberapa krusialnya gaya kepemimpinan dan juga struktur organisasi dalam menyokong kesuksesan dan kehidupan suatu organisasi. Tentu kedua hal tersebut (selain tentunya yang pertama adalah goal/tujuan dari organisasi itu sendiri) menjadi tonggak penting dalam berdiri dan berjalannya sebuah organisasi.

Kepemimpinan yang berjalan dengan baik, belum tentu dapat mendukung organisasi untuk dapat berjalan dengan sehat atau maksimal jika struktur organisasinya tidak diatur dengan efisien dan sinergis. Misalnya, apabila dalam sebuah organisasi, pemimpinnya sudah dapat menemukan dan menerapkan gaya kepemimpinan yang ideal dan cocok dengan organisasi yang dipimpinnya namun struktur organisasi yang disusun masih saling tumpah tindih, tidak berkesinambungan, dan terdapat pendelegasian tugas dan wewenang yang kurang jelas, maka dapat di tarik kesimpulan organisasi tersebut tidak berjalan di titik maksimalnya. Mengapa demikian? Karena terdapat hal yang masih sering tidak disadari untuk dipraktekkan dalam kebiasaannya sebuah organisasi yang beroperasi untuk memaksimalkan pemberdayaan segala kualitas dan potensi yang ada dari setiap individu yang menjadi anggota organisasinya. Apapun itu posisi dan tugasnya. Sering kali, hal tersebut juga bisa terjadi karena masih kurangnya pengenalan yang maksimal dari satu anggota dengan yang lain atau pemimpin dengan bawahan, atau juga bisa karena kurangnya kepedulian untuk mau menggali lebih dalam potensi yang ada dari stiap anggota yang ada.

Baca Juga :  Mengulas Kecilnya Gaji Guru Honorer di Kepri

Untuk mengatasi hal ini sebenarnya kembali lagi kepada setiap individu dari segala posisi dan dan jabatan. Apakah mereka siap untuk bersinergis dalam arti menyadari kemungkinan tercapainya tujuan ke titik maksimal sangat dipengaruhi oleh kinerja dari rekan anggota lainnya. Dalam KBBI, sinergisme diartikan sebagai kegiatan yang tergabung biasanya pengaruhnya lebih besar daripada jumlah total pengaruh masing-masing atau satu per satu. Oleh karena itu, struktur yang sinergis dan maksimal sangat penting untuk mengembangkan potensi anggota.

Setiap individu mempunyai kelebihan, keunikan, keahlian, dan bakat masing-masing. Tak lupa kekurangannya juga ada. Perlu manajemen yang ibaratnya sebuah puzzle, mengisi dan melengkapi satu kepingan dengan kepingan yang lain, sehingga puzzle tersebut dapat tersusun secara sempurna gambarannya. Di situlah tugas yang telah ditunjuk sebagai pemberdaya SDM dalam suatu organisasi menjadi sangat penting dan sinkronisasi dari SDM nya itu sendiri juga sangat perlu untuk dimintai umpan baliknya agar tujuan organisasi dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga :  Kesalahan Komunikasi Pebisnis di Era Konseptual

Nafas sebuah organisasi sangat bergantung pada pemimpinnya. Apabila pemimpin tidak memiliki sikap kepemimpinan yang tegas, maka para anggotanyalah yang dapat menanggung kerugiannya. Apabila seluruh anggota juga tidak dikerahkan dengan maksimal dan saling berkoordinasi satu sama lain, kegagalan yang di tanggung menjadi kegagalan yang di salahkan atas si A atau si B bukan karena kurangnya kerjasama karena tingkat individualitas yang tinggi. Seorang filsuf pernah berkata, “A leader is best when people barely know he exists, when his work is done, his aim fulfilled, they will say: we did it ourselves”

Baca Juga :  Bernilai Tinggi, Organ Ikan Gulama Jadi Komoditas Menggiurkan

Hal ini juga berlaku bagi seluruh departemen atau badan yang berdiri, baik swasta maupun berbasis pemerintah, baik di kalangan mahasiswa, perusahaan, ataupun badan non-pofit. Alangkah baiknya setiap organisasi dapat memaksimalkan setiap sumber daya manusia yang ada di dalamnya, terutama yang berhubungan dengan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Memang mungkin, kelihatannya tidak mudah, karena seiring berjalannya waktu, rasa individualisme manusia semakin tinggi dan kentara dirasakan bahkan tidak peduli dalam organisasi sekalipun masih sering dijumpai. Namun, perubahan di mulai dari pribadi, dari hal yang kecil, dan dari hal yang kita mau setia menjalankannya. Seperti kutipan dari Lao Tzu berikut, “A journey of a thousand miles begin with a single step”. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here