Singapura Perluas Kerja Sama

0
998
MELINTAS: Personel TNI-AL melintas di perairan Batam dekat perbatasan laut Singapura. F-ISTIMEWA

50 Tahun Hubungan, Naikkan Konsulat Jadi Konjen

Menandai 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura, pemerintah Singapura kian menunjukkan komitmennya untuk membantu terlebih untuk Kepri khususnya Batam.

BATAM – UNTUK memfasilitasi interaksi yang lebih baik, pemerintah Singapura pun menaikkan status Konsulat Singapura di Batam menjadi Konsulat Jenderal (Konjen).
Pengumuman peningkatan Konsulat menjadi Konjen ini disampaikan langsung Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, Rabu (30/8) di Batam saat membuka pameran foto di Mega Mal Batamcenter.

Kehadiran Vivian juga sekaligus untuk menghadiri resepsi hari nasional Singapura di Batam. Ia berharap, peningkatan status itu dapat memfasilitasi interaksi yang lebih baik antara Indonesia dan Singapura. ”Peningkatan konsulat Singapura di Batam menjadi Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura, cermin komitmen Singapura memperluas kerja sama dan memperdalam hubungan dengan Indonesia,” kata Vivan.

Diakuinya, Singapura berkomitmen untuk lebih banyak memfasilitasi interaksi, termasuk bisnis dengan Batam. Dibutuhkan hubungan yang stabil dan terus saling membangun.  ”Itu sebagai tanda komitmen Singapura. Makanya kami dengan senang hati, mengumumkan peningkatan konsulat jadi Konjen,” katanya.

Baca Juga :  Tak Ada Larangan Rapat di Hotel

Dengan peningkatan status itu, Singapura juga menjadikan Konsul Singapura, Gavin Chay sebagai Konsul Jenderal. ”Kita mengharapkan dukungan Gubernur Kepri dan tim dalam memperkuat hubungan Singapura dan Kepri,” harap Vivian.

Selama ini hubungan antara Indonesia dan Singapura cukup stabil. Hubungan kemitraan ini berdasarkan pada saling percaya. Dan tahun 2017 ini sebagai tonggak penting hubungan bilateral Indonesia-Singapura. ”Minggu depan, 7 September kita akan merayakan ulang tahun ke-50 terjadinya hubungan diplomatik. Di dalamnya ada Kepri, yang memiliki sejarah panjang kerja sama di berbagai bidang, seperti bisnis, budaya dan pariwisata,” sambungnya.

Vivian juga menceritakan jamuan mereka terhadap Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yang berkunjung studi, Oktober lalu di Singapura. Pada bulan yang sama, Badan Pengembangan Ekonomi Singapura menjamu Badan Pengusahaan (BP) Batam yang berkunjung ke Singapura. ”Kami menjamu karena Singapura adalah investor terbesar di Kepri. Perusahaan-perusahaan kami bekerja keras, tidak hanya pada industri tradisional, tetapi juga pada sektor digital yang baru dan menarik,” ujarnya.

Terkait pameran foto tersebut, dilakukan untuk menandai tonggak hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura yang ke-50. Menandakan cerita penting betapa Singapura dan Indonesia bisa bekerjasama sebagai mitra. ”Kerja sama Singapura dan Kepri adalah bagian kunci hubungan kita dengan Indonesia. Kita bertetangga dekat, kita memiliki hubungan ekonomi yang kuat dan konektivitas yang kuat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Revisi UU Ketenagakerjaan Sedih dan Kejam

Dibeberkannya, Singapura membuka Batamindo Industrial Park pada tahun 1992. Selama bertahun-tahun, BIP melalui perusahaan multi nasional manufaktur di daerah, menciptakan lapangan kerja.  ”Kerja sama antara Singapura dan Kepri telah menghasilkan buah karena kita dapat manfaatkan kekuatan dan saling melengkapi. Tapi kita harus terus bekerjasama untuk mengatasi masalah yang muncul, bahkan saat kita mencoba untuk memperluas kerja sama,” imbuhnya mengakhiri.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, kemitraan dan kerja sama dengan Singapura memang harus terus dibangun. Singapura, menurut dia, merupakan negara yang mempunyai peran penting, sebab pertumbuhan ekonomi dunia tertumpu pada Singapura. ”Kenaikan status perwakilan Singapura yang ada di Batam, menunjukkan kepercayaan Singapura,” kata Amsakar.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Robert M Sianipar mengatakan, adanya kenaikan status konsul Singapura itu, peran Kepri dan Batam sendiri sangat penting di mata Singapura. Di sisi lain diakui, PMA Singapura terbanyak di Batam. ”Dengan kenaikan status ini, akan meningkatkan arus informasi ke Singapura, untuk mendorong peningkatan investasi Singapura di Batam,” harap Robert.

Baca Juga :  Anton Pelarian, Hendrisen Ditahan Polres

Robert berharap, tidak hanya perusahaan multinasional Singapura saja yang berinvestasi di Batam. Namun BUMN Singapura juga diharap berinvestasi di Batam. ”Perusahaan Singapura banyak, tapi yang multinasional. Kalau perusahaan asli Singapura masih sedikit di Batam. Kita harap, BUMN Singapura mau berinvestasi di Batam,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri, Buralimar yang mewakili Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengakui pengaruh Singapura atas Kepri. Selain investasi dari Singapura, 52 persen wisatawan mancanegara ke Kepri disumbang Singapura. ”Setelah 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura, terus berlanjut ke depan,” harap Buralimar.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here