Sinyal 4G Telkomsel, Hanya Janji Belaka

0
664
SALAH satu tower Telkomsel yang berdiri di daerah Letung yang dinilasi mubazir karena tidak mampu melayani masyarakat dengan sinyal yang layak. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Di wilayah kabupaten/kota lainnya di Indonesia khususnya Kepri, warganya telah menikmati jaringan internet 4G. Namun tidak seperti yang dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas yang masih dilayani akses jaringan 3G yang juga tidak maksimal.

ANAMBAS – Persoalannya adalah, Kabupaten Kepulauan Anamabas merupakan beranda terdepan NKRI yang kini masih minim fasilitas telekomunikasi yang layak. Jangankan internet 3G dan 4G, untuk menelpon saja terkadang sinyal hilang. Sejumlah warga mengeluhkan terkait hilang timbulnya sinyal internet, yang ada di Kecamatan Jemaja khususnya di Kelurahan Letung. Sedangkan, kuota paket terus dibeli di kaunter terdekat akan tetapi sinyalnya selalu tidak ada jaringan.

”Uang kami habis beli kuota saja, tapi jaringan internetnya hilang timbul. Sering tidak ada sinyal ketimbang ada sinyalnya,” ujar Agus dengan nada kesal ketika dikonfirmasi, Selasa (22/5).

Heri warga lainnya mengatakan, saat ini mayoritas penduduk Jemaja menggunakan provider dari Telkomsel namun pelayanan yang diberikan kepada masyarakat perbatasan dan terluar bagian Utara Indonesia tidak memuaskan dan masyarakat tidak butuh janji-janji saja.

”Jika Telkomsel tidak mampu melayani kebutuhan pelanggan disini, turunkan saja tower yang ada dan berikan peluang kepada provider lainnya. Kami butuh kepastiannya saja,” tegas Heri.

Kemarin, ia mendapat kabar bahwa tim teknisi dari Telkomsel akan memperbaiki jaringan yang ada dan akan menambah jaringan 4G. Namun sayang, kabar itu hilang seperti dibawa angin utara saja. ”Jangankan jaringan 4G, 3G saja tidak bisa mereka tepati. Kini kami hanya bisa menikmati jaringan 2G,” ucapnya.

Zeri juga menambahkan, mayoritas warga yang memiliki kepentingan atau ada urusan penting dalam mengirim data atau file lainnya. Selain itu, masyarakat harus pergi menumpang Wifi milik kantor desa dan Wifi milik sekolah SD dan SMP.

Meskipun sudah menumpang jaringan Wifi yang ada, jaringannya masih lemot sebab penggunanya banyak tetapi jaringannya lemah. ”Antri kesana kalau menumpang Wifi milik sekolah dan kantor desa. Jaringannya juga lemah dan aliran listrik cukup terbatas untuk mengecas hape yang akan habis dayanya. Pasti sekolah sudah tutup, kalau waktu sore,” sebut dia.

Terpisaha Ranti (26) warga jalan Kampung Baru Kelurahan Letung mengatakan, hari ini ia membeli paket kuota internet senilai Rp 100 ribu, tapi hingga sekarang tidak bisa difungsikan.

Tentu ia merasa dirugikan, ia juga tidak mengetahui sinyal lemah, sebab ia baru tiba dari kota Tanjungpinang. ”Kalau tahu begitu, saya tidak beli kuota internet Telkomsel,” kata Ranti. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here