Sirajudin : Shelter in Place Bisa Jadi Solusi Terbaik Hadapi Wabah Covid-19

0
516

BATAM – Masih meningkatnya angka sebaran virus covid-19 di Propinsi Kepri pasca-ditetapkannya status siaga darurat yang di ikuti dengan imbauan untuk melakukan social distancing bagi warga masyarakat, dirasa belum dapat memutus mata rantai penyebaran wabah ini secara cepat, selain karena faktor ekonomi dan kesadaran masyarakat, juga karena social distancing ini baru diartikan sebagai tindakan “menjaga jarak”. Menjaga jarak tidak dimaknai sebagai larangan untuk berkumpul asal bisa menjaga jarak tertentu.

Karena itu, Sirajudin Nur yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kepri menyarankan agar Pemda bisa mempertimbangkan untuk meningkatkan status kewaspadaan social distancing ini.

“Saya menyarankan agar Pemda bisa mempertimbangkan langkah berikutnya yakni penerapan aturan “Shelter In Place”. atau dapat diartikan juga sebagai “Soft Lockdown”.

Kata dia, Shelter in Place ini berbeda dengan Social Distancing, karena dari sisi legal standingnya, SIP ini diikuti dengan sanksi / penghukuman. Kalau social distancing kan hanya imbauan. Ini yg sulit untuk dikendalikan.

Shelter in Place ini juga beda lockdown, dimana kalau lockdown, suatu daerah akan diisolasi baik dari luar maupun dari dalam dengan larangan penuh untuk beraktifitas.

Shelter in Place ini lebih soft dari lockdown. Shelter in Place diterapkan untuk membatasi gerak aktifitas warganya, termasuk aktifitas ekonomi, sosial dan budaya.

“Misalnya larangan berkumpul. Pembatasan aturan buka usaha untuk jenis usaha tertentu, penutupan ruang publik dan sebagainya dengan menerapkan sanksi sanksi tertentu,” ujarnya, kemarin.

Sambung dia, namun khusus yang berkaitan dengan kebutuhan pangan toko sembako, rumah makan, restoran, cafe tetap dibuka dengan pengaturan yang ketat. Misalnya diterapkan aturan take away (tidak makan/minum di tempat).

Shelter in Place banyak diterapkan dibeberapa negara dan lazimnya saat terjadi keadaan bencana alam, seperti bencana badai.

Namun konsekuensinya kita akan berhadapan dengan dampak ekonomi yang berat, maka disini dibutuhkan intervensi pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi ini dengan menyiapkan Program Jaring Pengaman Sosial dan Jaring Pengaman Ekonomi.

“Yang utama dan paling penting adalah Pemerintah menyiapkan dulu Program Jaring Pengaman Sosial dan Ekonominya untuk mengamankan ketahanan ekonomi keluarga masyarakat yang terdampak secara ekonomi sebelum memilih Opsi ini,” ujarnya.

Ia juga berharap agar perintah menyediakan alat pelindung diri (APD), tidak hanya untuk para medis yang di bekerja di rumah sakit rujukan pasien Covid-19, tapi para medis di puskesmas dan rumah sakit lainnya yang bukan rujukan pasien Covid-19, sangat membutuhkan.

“Umumnya masyarakat yang memiliki gejala Covid-19, mereka berobat di Puskesmas atau klinik terdekat dari rumahnya, atau dokter pribadi dia, jadi saya harapkan ada bantua APD untuk semua tenaga medis,” harapnya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here