Sistem Zonasi Sumber Bermasalah

0
1131
PENERIMAAN SISWA: Orang tua siswa saat mendaftarkan anakya di SMAN 2 Tanjungpinang, Senin (3/7).f-yoan/tanjungpinang pos

Hari kedua, Selasa (4/7) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 di sekolah negeri melalui sistem zonasi di Tanjungpinang masih menyimpan permasalahan.

TANJUNGPINANG – Misalnya jumlah SMP negeri di Kota Tanjungpinang tidak merata di masing-masing kecamatan. Jumlah siswa lulusan SD jauh lebih banyak dibanding daya tampung kursi di SMP negeri. Begitu juga daya tampung SMA dan SMK sangat terbatas. Salah satu orang tua siswa, namanya tidak mau dikorankan, takut anaknya tidak diterima di SMAN 2 Tanjungpinang, mengaku kecewa dengan penerapan sistem zonasi.

”Kita ingin masukan anak kami di SMAN 1 Tanjungpinang, karena nilainya cukup tinggi. Sekarang tak bisa karena zonasinya harus mendaftar di SMAN 2 Tanjungpinang,” kata orang tua kemarin. Kata dia, hari kedua PPBD, masih banyak orang tua siswa binggung, tidak mengetahui sistem zonasi. Zonasi baru tahu setelah ia berada di lokasi pendaftaran.

”Pemprov Kepri kurang sosialisasi soal penerimaan siswa baru sistem zonasi, saya juga binggung awalnya,” tegasnya, kemarin. Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungpinang Imam Syafi’i, mengaku dengan sistem perubahan PPBD dari sistem rayon ke sistem zonasi masih banyak orang tua siswa binggung terkait sistem itu. zonasi.

Baca Juga :  7.833 KTP Dibakar

”Hari kedua PPDB, Selasa kemarin, masih banyak orang tua binggung, tapi lebih banyak orang tua bingung saat PPBD hari pertama,” tegasnya. Menurut orang tua siswa, sistem zonasi lebih rumit dibandingkan sistem rayon sudah lama diterapkan di Tanjungpinang. Syarat utama sistem zonasi adalah jarak tempat tinggal siswa ke sekolah tujuan. Kemudian, tidak ada lagi istilah sekolah favorit, semua siswa boleh masuk ke sekolah unggulan asalah sesuai dengan zonasinya.

”Di SMAN 1 misalnya, sampai hari kedua sudah ada 500 siswa yang mengambil formulir. Sedangkan ruang belajar yang tersedia hanya bisa menampung 324 siswa,” tegasnya. Sementara itu, SMK Negeri 2 Kota Tanjungpinang mengaku sudah mantang untuk menjalani amanah Negara untuk menghasilkan lulusan yang jauh lebih berkualitas dengan program pendidikan 4 tahun.

Baca Juga :  4.810 Turis Tiongkok Masuk Melalui Bandara RHF

SMKN 2 Tanjungpinang akan diterapkan pada 2 jurusan yang ada, yaitu jurusan Busana dengan program keahlian Desain Fashion serta jurusan tata kecantikan untuk program keahlian SPA & Beauty. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMKN 2 Tanjungpinang, Delisbeth kepada Tanjungpinang Pos Selasa (4/7). Dia mengatakan bahwa 2 jurusan tersebut sudah dinilai matang untuk menjalani spektrum pemerintah tersebut.

”Insya Allah, penerapan spektrum tersebut sudah siap kami jalankan di tahun ajaran ini, tapi hanya untuk 2 jurusan itu saja dalam pengembangannya yang jelas kelulusannya pasti jauh lebih baik serta profesional,” ujar Kepsek yang gencar menjalin kerjasama dengan negara luar tersebut. Dengan adanya pengembangan program tersebut, SMKN 2 memiliki daya tarik tersendiri bagi calon siswa baru. Kenyataan tersebut terbukti dengan banyaknya jumlah siswa yang memantapkan diri untuk menjadi bagian dari SMKN 2.

”Di hari pertama ada 89 siswa dan dihari kedua ada 93 siswa, jadi totalnya baru 182 siswa, itu angka siswa yang sudah fiks,” kata dia yang mengaku kuota siswa baru tahun ini sebanyak 252 orang dengan pembagian 7 ruang kelas dengan jumlah 36 siswa per kelas, sesuai dengan aturan yang diberlakukan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Atmaddinata Diminta Berinovasi

Ia berharap lulusan SMKN 2 Tanjungpinang ke depanya, terus berkualitas. Karena, lulusan SMKN 2 Tanjungpinang sudah siap bekerja untuk dalam negeri dan luar negeri. Ia juga berharap dengan berlakunya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lulusan SMK2 Tanjungpinan bisa bersaing dengan lulusan SMKN lainnya.

”Ini tantangan kami untuk mencetak siswa yang siap bersaing untuk mendapatkan pekerjaan di era MEA sesuai dengan skilnya,” tegasnya. Kata dia, SMK 2 Tanjungpinang, terus menjalin kerjasama dunia usaha, termasuk di luar negeri. Tujuanya, setelah siswa tamat sudah bisa diterima bekerja di perusahaan itu. ”Ini cita-cita kami,” harapnya.(YOAN-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here