Siswa Baru Tes Observasi Belajar

0
89
SISWA SDIT As-Sakinah 2 Tanjungpinang saat belajar Alquran dengan metode Wafa, baru-baru ini di sekolah itu. F-istimewa

SDIT As-Sakinah 2 Tanjungpinang Terima 56 Peserta Didik

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) As-Sakinah 2 memprogramkan lulusannya nanti sudah harus hafal Alquran 6 juz. Karena itu, sejak masuk di sekolah itu siswa sudah belajar Alquran dan diajari praktik budaya Islam yang benar.

TANJUNGPINANG – Kepala SDIT As-Sakinah 2 Tanjungpinang, Fadilah SP.d mengatakan, tahun ajaran 2018/2019 ini mereka menerima siswa baru angkatan kedua sebanyak dua rombongan belajar (rombel).

Siswa angkatan pertama tahun ajaran 2017/2018 juga dua rombel dengan jumlah siswa 56 orang dan per kelas 28 orang. Tahun ini, siswa yang diterima juga dua rombel dengan jumlah 56 orang.

Bagi siswa Kelas I, II hingga Kelas III nanti, siswa akan belajar Alquran dan sudah bisa hafal Alquran setengah juz. Saat duduk di Kelas IV, V dan VI, maka siswa akan fokus menghafal Alquran.

”Tamat dari sekolah, mereka sudah bisa hafal 6 juz. Inilah bekal mereka kelak dalam melanjutkan pendidikannya dan kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Kita bekali ilmu keagamaan dan akhlak mulia,” ujar Fadillah kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (12/7).

Tahun ajaran baru ini, mereka akan menempati sekolah baru di Sei Carang. Siswa sudah mulai masuk, Senin (16/7) nanti. Selama dua minggu, siswa belum fokus belajar di kelas. Namun siswa akan diberi pengenalan sekolah dan praktik sehari-hari budaya Islam. Dicontohkannya, saat berada di sekolah siswa baru akan diajari cara makan dengan benar sesuai kaidah Islam yakni makan dengan tangan kanan, duduk rapi dan berdoa sebelum makan maupun setelah makan.

”Apabila selama ini ada siswa yang makan tidak teratur atau sambil jalan di rumah, maka selama dua minggu nanti akan kita ajari semuanya. Pelajaran lain misalnya, apabila ada sampah maka harus diambil dan dibuang ke tempat sampah,” katanya lagi.

Karena sekolah itu masih baru, maka siswa juga akan diperkenalkan lingkungan sekolahnya. Setelah dua minggu itu, maka siswa sudah mulai fokus belajar di ruang kelas. Saat ini, sudah ada 17 pegawai baik tata usaha, penjaga sekolah maupun guru hingga kepala sekolah di SDIT As-Sakinah 2. Jumlah guru ada 8 orang yang akan mengajari 4 rombel Kelas I dan II.

”Tiap kelas diajari dua orang guru. Meski jumlah siswa per kelas hanya 28 orang, agar lebih fokus kita siapkan dua per kelas. Tentu anak didik kita lebih terperhatikan,” ungkap Fadilah lebih jauh lagi.

Untuk masuk ke sekolah itu tidak dilakukan seleksi meski peminatnya sangat banyak. Pada prinsipnya, mereka langsung menutup pendaftaran ketika kuota siswa yang dibutuhkan sudah mencukupi.

Pendaftaran di sekolah itu dilakukan Januari dan Februari lalu dan bersamaan dengan sekolah lainnya di bawah naungan Yayasan Bina Insan Sakinah Tanjungpinang. ”Kita tidak menerima banyak-banyak untuk diseleksi. Metodenya bukan demikian. Yang mendaftar sudah 56 orang, maka pendaftaran langsung kita tutup,” jelasnya.

Bagi siswa yang sudah diterima, barulah dilakukan tes Observasi Gaya Belajar Murid (OGBM). Observasi ini untuk mengelompokkan siswa dalam satu kelas yang cara belajarnya berdekatan.

Misalnya, hasil observasi menunjukkan siswa suka belajar sambil main musik dan siswa lain suka belajar sambil menonton video, maka dikelompokkan dalam satu kelas. Sehingga lebih mudah bagi mereka untuk sama-sama belajar nanti karena hasil tes observasi belajarnya hampir sama.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here