Siswa Bisa Belajar di Malam Hari

0
590
BERDISKUSI: Anggota DPRD Kota Tanjungpinang berdiskudi dengan masyarakat kampung Tanjung Duku didampingi Manajer Rayon PLN Bincen Riska dan jajarannya. f-DESI LIZA PURBA/TANJUNGPINANG POS

Enam Kampung di Dompak Nikmati Listrik

TANJUNGPINANG – Para pelajar di enam kampung di kelurahan Dompak bisa tersenyum, sebab kini sudah dialiri listrik. Kampung-kampung yang ada sejak puluhan tahun itu, baru dapat menikmati listrik 2017 ini. Prosesnya tentu bertahap sesuai dengan kesiapan dokumen dan pemasangan tiang dari PLN Tanjungpinang.

Enam Kampung tersebut yaitu Tambak, Dapur Arang, Tanjung Ayun, Sekatap, Kampung Sei Ungar dan Tanjung Duku. Hanya saja kini, Kampung Tanjung Duku sedang proses pekerjaan. Beberapa tiang perantara kabel listrik sudah dipancangkan.

Kini pihak PLN sedang mendirikan dua tiang lagi yang posisinya diatas bukit.
Ini menjadi persoalan dan tantangan yang harus diselesaikan pihak PLN. Meski demikian tetap optimis kampung terakhir yang didaftarkan anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Rahma tersebut akan selesai sebelum Lebaran tahun ini.

”Kendalanya pemasangan tiang listrik diatas bukit itu, kami sudah memakai alat berat seperti crane, tapi pekerjananya tetap butuh waktu,” ujar Riska, Menejer Rayon PLN Bintancenter kepada Tanjungpinang Pos, Senin (29/5) saat melakukan kunjungan ke Kampung Tanjung Duku bersama anggota DPRD Tanjungpinang, Rahma.

Ketua RT 04/RW 01 Kelurahan Dompak, Manan mengaku senang sebab para pelajar di kampungnya akan dapat belajar di malam hari. Selain itu akan bisa melaksanakan aktifitas yang membutuhkan listrik. Berbeda dengan sekarang yang masih berpacu dengan genset yang dayanya sangat terbatas. Bahkan jika diakumulasikan sebulan, pengeluaran bisa lebih besar dari pada berlangganan di PLN.

”Kami warga mengucapkan terima kasih atas dukungan Buk Rahma. Saya harus akui, banyak juga Caleng dulu datang ke sini, janji-janji soal listrik dan baru kali ini yang terealisasi,” ungkapnya.

Kini beberapa warga sudah membayar Biaya Penyambungan (BP) meteran daya 1.300VA sesuai yang ditetapkan PLN. Pengerjaan intalasi dan meteran tersebut sudah ditangani biro yang disepakati warga bersama dengan harga lebih terjangkau. Terkait tanggapan mantan ketua RT sebelumnya, Zamhuri dinilai kurang tepat. Sebab tak mengikuti progres pekerjaan yang terjadi.

”Kalau Pak Zamhuri tak mengikuti progres pekerjaan. Bahkan mungkin tidak tahu kalau tiang-tiang sudah di pasang di kampung ini,” ungkapnya.

Ia mengaku sabar menunggu realisasi masuknya listrik, sebab pemasnagan tiang sudah dilakukan. Serta meyakini akan merasakan kegembiraan yang dirasakan lima warga kampung lainnya yang sudah terlebih daulu selesai pemasangannya. Rahma mengaku proses pemasnagan listrik ini tidak mudah. Pelru koordinasi dan penyiapan berkas, belum lagi proses pemasangan yang memakan waktu.

”Di kampung ini dulu belum ada tiang dan kini sudah di berdiri. Ini atas izin Allah. Saya tak menjanjikan segera selesai, namun meminta warga mengikuti prosedurnya dan Alhamdulillah kampung lain menyala, maka Tanjung Duku juga akan merasakan aliran listrik,” tuturnya.

Proses mengaliri listrik ke enam kampung ini tidak mudah. Dimulai sejak awal tahun lalu, kini lebih dari ratusan rumah sudah dialiri. Harus diakui Kampung Tanjung Duku paling terakhir karena informasinya diketahui setelah beberapa kampung lainnya menyala.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here