Siswa dan Guru Berprestasi Terima Penghargaan

0
33
WAWAKO Batam, Amsakar Achmad saat menyerahkan hadiah pada peringatan Hardiknas, Kamis (2/5), di Engku Putri Batam Centre, Batam. F-MARTUA/tanjungpinang pos

Tampilkan Seni Budaya di Hardiknas

BATAM – Ribuan siswa-siswi di Batam, memperingati hari Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kota Batam. Siswa perwakilan sekolah di tiap kecamatan di Batam, menampilkan atraksi seni dan budaya. Sementara pemerintah kota, memberikan penghargaan untuk siswa berprestasi di Batam

Kemeriahan terlihat dari beragam permainan tradisional dan penampilan busana yang ditampilkan para siswa dan guru di Batam, Kamis (2/5) di Engku Putri, Batam Centre. Pada festival Hari Pendidikan Nasional ini, ditampilkan senam sehat yang dibawakan oleh 300 anak TK.

Selain itu, ada permainan layang-layang, gasing, enggrang dan parade marching band yang merupakan perwakilan kecamatan se-Kota Batam. Mereka juga melakukan pawai melewati panggung utama dan menyapa para pejabat.

Sementara untuk siswa dan guru berprestasi, diberikan Wali Kota Batam, HM Rudi melalui Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama FKPD. HM Rudi sendiri menjadi inspektur upacara dan penyerahan hadiah dan penghargaan untuk yang berprestasi diberikan Amsakar Achmad.

Pada kesempatan itu, Rudi yang menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi mengingatkan pesan Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan. Kebudayaan, merupakan bingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

”Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja,” kata Rudi.

Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Terlebih dalam memasuki revolusi Industri 4.0, yang mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar.

“Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa ditengah perubahan global yang bergerak cepat,” himbaunya.

Saat ini peserta didik di Indonesia didominasi generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat.

”Kita juga tidak dapat menutup mata terhadap berbagai keterbatasan yang masih ada dalam proses pembangunan pendidikan dan kebudayaan di Tanah Air. Kita masih dihadapkan pada kompleksitas masalah guru dan tenaga kependidikan,” bebernya.

Diingatkan, tidak ada satupun negara maju tanpa didukung infrastruktur yang cukup. Dalam hal infrastruktur ini, sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Jokowi, Indonesia baru memiliki sekitar 39 persen dari yang seharusnya. Walaupun demikian, alhamdulillah, pembangunan infrastruktur dalam empat tahun terakhir ini kian dirasakan manfaatnya.

Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberi perhatian khusus untuk pendidikan di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal. Bahkan, Kemendikbud memberi perhatian khusus pada pendidikan anak-anak Indonesia yang berada di luar batas negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabah dan Serawak, Negara bagian Malaysia. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here