Siswa Diberi Pemahaman Kelola Uang Negara

0
300
HERU PuDyO (kiri) menyerahkan suvenir kepada Iman Syafi’i di SMAN 1 Tanjungpinang, Selasa (16/1). f-martunas/tanjungpinang pos

Kanwil Ditjend Perbendaharaan Kepri Kunjungi Sekolah

TANJUNGPINANG – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Perbendaharaan Negara, Kanwil Ditjend Perbendaharaan Keuangan Negara Provinsi Kepri mengunjungi sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Kunjungan ini merupakan program Perbendaharaan Menyapa yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan berlanjut hingga tahun 2018 ini.

Selasa (16/1) kemarin, Kakanwil Ditjend Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri, Heru Pudyo Nugroho bersama bawahannya melakukan menyapa siswa SMAN 1 Tanjungpinang.

Heru dalam kata sambutannya mengatakan, Hari Bakti Perbendaharaan negara ditetapkan setelah UU No.1 tahun 2014 tentang Perbendaharaan Negara disahkan.

Sebelumnya, Indonesia masih menggunakan undang-undang peninggalan Belanda. Namun, sejak undang-undang No.1 disahkan, maka Indonesia telah berdaulat menggunakan undang-undang yang dibuat sendiri terkait proses pengelolaan keuangan negara.

”Sejak itu ditetapkanlah Hari Bakti Perbendaharaan. Dan untuk menggemakannya, kita turun ke sekolah-sekolah dan kampus. Kita memberikan pemahaman sadar APBN,” jelasnya.

Kepada para siswa dan mahasiswa kampus yang dikunjungi, staf Kanwil Ditjend Perbendaharaan Negara Kepri selalu menyampaikan proses pengelolaan uang negara mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.

Selama proses itu, uang negara dicari lalu dikumpulkan dan digunakan sebagai belanja melalui program kerja. Salah satunya untuk sektor pendidikan dengan kuota minimal 20 persen sesuai undang-undang.

”APBN 2018 sekitar Rp 2.220 triliun. Kalau 20 persen dari angka ini sudah berapa banyak untuk pendidikan. Itulah yang digunakan untuk gaji guru, sertifikasi, membangun sekolah, melengkapi sarana prasarana dan pengembangan pendidikan lainnya,” jelas Heru.

Masyarakat umum, mahasisa, pelajar harus paham agar mereka mengetahui penggunaan APBN ini. Sehingga jargon ‘Mengawal APBN, Membangun Negeri’ semakin menggema di masyarakat. Dengan sendirinya, masyarakat, pelajar dan mahasiswa turut mengawasi penggunaan uang negara tersebut.

Ditambahkan Heru, Rabu pekan lalu mereka sudah turun ke UMRAH Tanjungpinang dan memberi pemahaman kepada mahasiswa soal penggunaan anggaran itu.

Kemudian, Kamis pekan lalu, mereka turun ke Pondek Pesantren Madani di Bintan. Kemarin, mereka ke SMAN 1 Tanjungpinang dan menyampaikan dua materi yakni tentang penggunaan APBN dan cara masuk ke STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara).

Dr Iman Syafi’i, Kepala SMAN 1 Tanjungpinang menyambuta baik kehadiran pihak Kanwil Ditjend Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri yang memberi pengetahuan baru kepada siswanya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here