Siswa Dilibatkan Jadi Jumantik di Sekolah

0
500
BELAJAR: Siswa di salah satu SD di Kecamatan Moro saat belajar di ruangan kelas. f-DOKUMENTAIS/TANJUNGPINANG POS

KARIMUN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun melibatkan pelajar SD menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Hal itu dilakukan untuk mengenalkan pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

”Tahun lalu kader jumantik dari masyarakat tidak ada. Sehingga, melibatkan anak sekolah dengan tujuan anak SD mulai terpapar tentang pengetahuan DBD,” kata Rahmadi, Kepala Dinkes Pemkab Karimun, Minggu (7/1) siang.

Ia menjelaskan, untuk program itu telah dialokasikan anggaran Rp 225 juta untuk Jumantik. Dinkes membayar Guru UKS, sebagai koordinator Jumantik siswa. Namun, anehnya ia tidak menyebutkan secara rinci jumlah guru UKS yang ikut terlibat sebagai Jumantik dan nilai honor yang diberikan pada guru tersebut.

Sementara anak-anak yang menjadi Jumantik juga tak diperjelaskan seperti apa kegiatannya serta anggaran yang telah disiapkan. Untuk mensukseskan program Dinas Kesehatan tersebut, siswa SD diberikan formulir jumantik yang bertuliskan laporan hasil pemeriksaan jentik. Termasuk tempat, desa, puskesmas dan kecamatan lokasi pemeriksaan jentik.

Siswa diminta guru untuk melakukan pemeriksaan jentik pada objek, bak mandi, drum, tempayan, alat pot tanaman, pecahan botol, kaleng bekas, ban bekas, dispenser, tempat minuman burung dan lainnya.

”Langkah Dinas Kesehatan melibatkan siswa menjadi kader jentik sudah tepat, tetapi yang kurang tepat kenapa harus ada biaya, atau anggaran senilai Rp 225 juta dan kenapa Kadinkes tidak mau memberitahu berapa besaran honorer masing masing guru UKS yang ditunjuk sebagai kordinator,” kata Abizar warga Meral. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here