Siswa Doakan 1.000 Botol Air

0
515
HARI AIR SEDUNIA: Siswa SMPN 10 Tanjungpinang saat peringatan Hari Air Sedunia di sekolah itu, Jumat (24/3). F-YOAN/Tanjungpinang Pos

Peringatan Hari Air Sedunia di SMPN 10 Tanjungpinang 

Seribuan botol berisi air dikumpulkan di SMPN 10 Tanjungunggat, Jumat (24/3). Air ini tak sekedar menyiram tanaman di sekolahnya. Namun, air ini juga didoakan. Inilah bentuk peringatan Hari Air Sedunia di Tanjungpinang.

Tanjungpinang – AIR yang dibawa siswa diminta jangan diberikan bacaan buruk. Karena molekul air bisa berubah. Karena, jika salah seorang diminta memberi bacaan buruk ke dalam air mineralnya, tiba-tiba molekul-molekul air membentuk struktur aneh.

Sebaliknya, ketika seseorang diminta memberikan bacaan doa pada air tadi, ternyata yang terbentuk kemudian adalah molekul air seperti berlian dan berkilau.

Itu membuktikan bahwa bila air diberikan bacaan buruk maka akan bersifat tidak baik. Sebaliknya, bila diberikan bacaan baik, air akan bersifat positif.

Begitulah ungkapan seorang peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto yang telah membuktikan bahwa air mampu mentransmisikan emosi yang kita miliki.

Cara yang ia gunakan cukup unik. Di depan air bersih yang ditaruh di wadahnya, butkan hal-hal yang baik dan buruk. Setelah itu ia mengambil foto masing-masing bentuk kristal air dan membandingkan satu sama lain sesuai hal-hal yang ia sebutkan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, LSM. ALIM (Air Lingkungan Manusia) yang diketuai oleh Herjuli menggandeng pelajar SMPN 10 Tanjungpinang untuk turut serta merayakan peringatan Hari Air Sedunia.

”Untuk Kota Tanjungpinang, pusat perayaan hari air se-dunia berada di sini (SMPN 10 Tanjungpinang, red),” kata Kerjuli di depan forum, Jumat (24/3).

Dia melanjutkan, bahwa agenda langka yang akan dilakukan adalah membacakan doa dan kata-kata positif kepada air agar memberikan dampak maksimal kepada Tanjungunggat.

”Air bukan milik negara manapun dan air bukan milik agama manapun. Peneliti Masaru Emoto telah membuktikan secara ilmiah, betapa air mampu memberikan dampak langsung terhadap lingkungan,” kata dia yang meminta 1.000 botol air yang sudah disediakan dibacakan doa oleh pelajar SMPN 10 Tanjungunggat.

Perayaan Hari Air Se-dunia, lanjut Kerjuli, sudah 12 kali dilaksanakan dan Kelurahan Tanjungunggat memang sengaja dipilih untuk membuka mata masyarakat bahwa kawasan tersebut sudah berbenah dan tidak se-kumuh dulu.

”Kami ingin menghilangkan kesan bahwa Tanjungunggat adalah kawasan kumuh. Perayaan ini memang sederhana, tapi akan dirilis seluruh dunia hingga ke PBB,” terang Kerjuli yang mengaku saban tahun Tanjungpinang selalu mendapat respon positif dari PBB secara spesial.

Selain itu, Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah yang membuka acara perayaan Hari Air secara resmi berujar agar warga Tanjungpinang lebih bersukur masih diberikan kemudahan dalam mendapatkan air dan sumber air bersih.

”Tahukan kalian di luar sana tercatat sebanyak 663 juta orang masih kekurangan air,” beber Lis.

Dia juga menyepakati terkait hasil dari peneliti Jepang tersebut dan meminta agar pelajar SMPN 10 Tanjungunggat untuk lebih berpikir positif.

”Apa yang Profesor Emoto katakan itu memang benar dan ingat tubuh kita ini 60 persennya terdiri dari air. Kalau molekul air bisa berubah, maka hal yang sama juga terjadi terhadap tubuh kita. mulai sekarang bicara dan berpikirlah secara positif ya anakku,” pinta Lis.

Selain wali kota, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang HZ.Dadang AG yang menyampaikan hal yang sama kepada seluruh peserta perayaan Hari Sir se-Dunia.
Dadang juga meminta agar pelajar lebih bisa memperhatikan alam serta lingkungan karena air sangat bergantung terhadap lingkungan.

”Pesan saya agar tidak ada lagi aksi mencemari lingkungan, karena jika lingkungan bersih maka kualitas air juga baik. Saya yakin dan percaya, melalui perayaan hari air ini akan mampu menciptakan rasa kepedulian yang tinggi terhadap pelajar kami khususnya siswa-siswi SMPN 10 Tanjungpinang,” terangnya.

Lis mengajak kepada seluruh siswa-siswi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

”Marilah kita jaga sumber daya air dengan menanam pohon, lakukan penghijauan, kalau pohon di rumah anak-anak mau ditebang, minta ibu bapak kalian untuk menanam pohon kembali,” ucap Lis.

Lis mengatakan, saat ini Tanjungpinang mulai mengalami masalah air, bila satu bulan saja tidak hujan, maka sumur sudah kering.

Hal inilah yang perlu jadi perhatian semua untuk menjaga keseimbangan alam. Salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah saat ini adalah dengan membuat lubang resapan biopori sebagai sistem drainase berwawasan lingkungan.

Karena itu, melalui Hari Air Sedunia ini sangat penting dan bermanfaat agar bersama-sama menjaga sumber daya air yang bersih dan berkualitas sekaligus mencegah dampak air limbah terhadap kerusakan lingkungan.

”Air merupakan kebutuhan hidup kita, karena itu air harus kita jaga kuantitas dan kualitasnya dan tentunya kita cegah dari limbah yang mengkotorinya,” katanya.

Dadang AG menjelaskan, SMP Negeri 10 sudah mulai menunjukkan eksistensinya, terutama dalam mendukung kelestarian lingkungan.

Tahun lalu SMPN 10 berhasil meraih prestasi Sekolah Adiwiyata di tingkat kota dan 2017 ini SMPN 10 sudah diusulkan ke Provinsi Kepri untuk ikut serta dalam penilaian sekolah Adiwiyata ke tingkat nasionaldan mudah-mudahan sekolah ini bisa membawa nama baik bagi Kota Tanjungpinang.

Acara itu bertambah seru ketika wali kota melontarkan pertanyaan mengenai manfaat air kepada siswa siswi. Ketika Lis mendekati mereka, anak-anak itu terlihat malu dan gugup. Acara pun dilanjutkan dengan penanaman bibit cabe dan panen sayuran oleh Lis dan Dadang.
Air dan Limbah menjadi Tema Hari Air Sedunia (World Water Day) tahun 2017.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah, Kepala Dinas Pendidikan Drs. HZ Dadang AG, Camat Bukit Bestari Faisal Pahlevi dan Lurah Tanjung Unggat Said Fatahillah, Kepala Sekolah SMPN 10 para pengawas dan majelis guru.(Yoan S Nugraha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here