Siswa Hinterland Jalan di Atas Lumpur

0
881
BERKUNJUNG: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat berkunjung ke Mongkol, Pulau Pemping Kota Batam, Jumat (4/8) petang.f-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Minta Penambahan Panjang Pelantar

BATAM – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memerintahkan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri untuk mengkaji penambahan panjang pelantar di Pulau Kasu untuk memudahkan pelajar dari sejumlah pulau sampai ke sekolah. Hal ini agar para pelajar sampai ke sekolah tanpa terganggu pasang surut air. Jika air laut sedang surut, pelajar yang tinggal di hinterland itu harus jalan di lumpur penuh karang agar bisa sampai di sampan yang akan mengantar mereka sekolah.

Pelantar yang ada di kampung itu terlalu pendek. Sehingga, saat air surut, sampan tidak bisa sampai pelantar lantaran kandas di lumpur dan karang. ”Dicek dan pelajari, biar anak-anak nyaman ke sekolah,” kata Nurdin setelah mendengar keluhan sejumlah ibu-ibu saat dirinya singgah ke Mongkol, Pulau Pemping Kota Batam, Jumat (4/8) petang.

Baca Juga :  Atlet Renang Hiu Perkasa Uji Coba Renang 15 Km

Nurdin singgah ke Pulau Pemping setelah melakukan kunjungan ke Pulau Kundur dan Pulau Durai, Karimun. Sebelum kembali ke Batam, Nurdin terlebih dahulu singgah ke Pemping. Dari Pemping dengan menggunakan sepeda motor, Nurdin menyusuri jalan menuju Mongkol. Di Mongkol, sejumlah ibu-ibu yang sedang duduk di suatu kedai langsung memanggil Gubernur. ”Macam Pak Nurdin. Eh rupanya betul Pak Gubernur,” kata seorang ibu.

Nurdin yang langsung duduk di kerumunan ibu-ibu langsung mendapat keluh kesah sejumlah warga. Yang paling pertama keluhan soal pelantar di Pulau Kasu untuk menuju SMA. Menurut warga Mongkol, anak-anak mereka selama ini terpaksa mengarungi lautan berkarang untuk ke sekolah jika air sedang surut. Jika sedang pasang, kapal yang membawa anak-anak masih bisa bersandar di pelabuhan yang panjangnya sekitar 50 meter. ”Kalau surut anak-anak kami mengarungi karang Pak Gub. Takut kena lepu,” kata seorang ibu.

Baca Juga :  Tol Batam Harus Buka Akses Baru

Ikan lepu merupakan ikan dengan bisa yang teramat sangat. Jika sudah tersengat akibatnya kadang bisa fatal. Seorang ibu yang suaminya membawa para pelajar paling keras menginginkan segera ditambahkan panjang pelantar itu. Karena dia mengaku tak tega anak-anak harus mengarungi air ketika surut.

Nurdin sempat bertanya soal jalan lain menuju sekolah. Memang ada, tapi sangat jauh. Sementara dari lokasi yang sekarang ini, mereka bisa langsung sampai ke SMA. Keluh kesah bertubi-tubi soal pelantar itu dijawab Nurdin dengan memerintahkan OPD terkait melakukan kajian dan menghitung segala kemungkinan penambahan panjang pelantar. Bagi Nurdin, anak-anak pulau selalu tangguh dan cukup cerdas. Sehingga kesempatan mereka mengenyam pendidikan harus didukung dengan sarana yang baik.

Selain masalah pendidikan, beberapa nelayan juga minta diberi bantuan mesin ketinting untuk mereka. Dengan bantuan itu, mereka berharap bisa meningkatkan penghasilan karena bisa pergi melaut sendiri. Karena beberapa nelayan kadang saling tumpang dan pinjam mesin ketinting untuk melaut. Nurdin juga memerintahkan OPD terkait untuk mengakomodasi permasalahan ini. Termasuk juga lapangan sepakbola yang terganggu dengan masuknya air asin.

Baca Juga :  FKDM Kepri Roadshow ke Kesbang Kabupaten dan Kota

Usai berdialog dengan ibu-ibu, Nurdin sempat bersenda dengan sejumlah anak-anak di Mongkol. Nurdin mengambil guli dan bermain bersama, yang mengundang tawa anak-anak. Kepada anak-anak, Nurdin berpesan untuk terus melanjutkan pendidikan. Juga memperkuat dengan ilmu agama serta terus mengaji. Yang paling penting juga adalah menghindari narkoba yang kini masuk dalam berbagai bentuk. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here