Siswa SD/SMP Sudah Bawa Motor

0
74
Petugas menunjuk layar monitor ATCS yang merekam aktivitas di simpang Batu 6. f-suhardi/tanjungpinang pos

MBS. Kini daerah kita anak-anak sudah bebas berkendaraan, anak2 SD, SMP sudah pd dibebaskan ortunya utk membawak mtor sendiri, motor2 pd tdk standar lg…Sdh tdk ada Polisi Lalulintas lg? Mohon perhatiannya, sbelum ada korban. Dan sering melanggar rambu jalan
08127640660

Ayo Tertib Lerlalu lintas
MBS
di daerah seputaran lampu merah batu 6, banyak anak2 di bawah umur nongkrong di perimpangan jalan, berbahaya bagi keselamatan dirinya dan pengendara lain. mana kalau malam sering kebut-kebtan. Ayo taat berlalu lintas generasi muda kita harus belajar mentaati aturan berlalu lintas
+6285200440440

TANGGAPAN:
Dua alat pemantau kendaraan roda dua dan empat sudah terpasang di simpang Kota piring Batu 6 dan simpang Tugu Adipura Batu 7 Tanjungpinang. Alat tersebut biasa dikenal Area Traffic Control System (ATCS), alat ini berfungsi sebagai pengendalian lalu lintas dengan menyelaraskan waktu lampu merah pada jaringan jalan raya.

Kini melalui alat tersebut, aktivitas pelanggaran lalu lintas di Tanjungpinang setiap hari terpantau kamera CCTV, lewat balik layar yang saat ini berada di kantor Dinas Perhubungan Tanjungpinang.

Beberapa titik lainnya, seperti simpang Batu 10, simpang jalan merdeka, Basuki Rahmat, Jalan Pramuka, jalan arah Tangjunguban, jalan Hangtuah terpasang CCTV setiap hari ini. Alat ini tidak sama dengan ATCS, yang setiap ada pelanggaran langsung bisa diimbau petugas yang setiap hari pertugas mengamati aktivitas jalan raya.

Petugas Dishub yang bertugas menjaga alat kontrol lalu lintas ini, terbagi dua kelompok dan masing-masing kelompok ada dua orang.

Masing-masing ada yang hanya memantau posisi pengendara yang menyalahi rambu-rambu lalu lintas, sementara petugas lainnya mengimbau secara langsung melaluio pengeras suara karena pengendara yang melangar aturan terpantau kamera CCTV.

Alat ini terpasang sejak November 2018 lalu. Biasanya yang melanggar adalah pengendaranya berhenti di garis zebra cross, ada juga yang kami tegur karena tidak menggunakan helm, serta ada yang berhentikan di tempat yang dilarang.

Alat ATCS ini, tidak sedikit membantu kerja Polantas di Tanjungpinang ketika, mereka yang sengaja datang hanya ingin melihat pelanggaran di jalan raya.

Sayangnya, petugas belum juga menerapkan sistem tilang online. Kalau sudah diterapkan, pengguna kendaraan tidak lagi bisa mengelak, karena setiap pelanggaran mereka, terekam kamera CCTV.

Alat ini berasal dari bantuan Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau Kepri. Alat ini nilainya Rp 3 miliar dan sumber anggaranya dari APBN 2018.

Selain dua simpang tersebut, untuk tahun 2019 ini kita usulkan ke Kementerian Perhubungan untuk penambahan beberapa titik persimpangan lainnya. Di antaranya, simpang pos Lantas Bintan Centre Batu 9, serta di Pamedan Ahmad Yani. (ais)

Bambang Hartanto
Kepala Dishud Kota Tanjungpinang,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here