Siswa SMKN 1 Belajar Table Manner

0
590
BERI PENGARAHAN: Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah memberi pengarahan kepada siswa SMKN 1 Tanjungpinang di Hotel CK, Kamis (16/2). F-istimewa

Tanjungpinang – UNTUK Memantapkan mematangkan antara teori dan praktik, siswa Jurusan Administrasi Perkantoran (AP) SMKN 1 Tanjungpinang melaksanakan kegiatan belajar table manner atau etika makan.

Kegiatan dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (16/2). Pembelajaran kali ini, terasa istimewa selain dihadiri guru-guru jurusan AP, juga dihadiri Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah didampingi Asisten Pembangunan Sekdako Tanjungpinang, Robert Pasaribu. Saat itu, Lis memberi pengarahan dan motivasi untuk terus belajar. Lis mengatakan, untuk siswa SMK, maka praktik harus diperdalam.

Guru jurusan AP SMKN 1 Tanjungpinang, Jusmawati menuturkan, kegiatan ini dalam upaya mengajari siswa-siswa bagaimana tata cara makan yang benar.

Mulai dari makanan pembuka hingga penutup. Tidak cukup disitu, juga harus mengetahui cara menggunakan alat-alat makan yang tersedia di meja makan.

”Table manner itu penting, apalagi ketika menghadiri acara resmi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, saat dijumpai di hotel tersebut.

Sesuai dengan jurusannya AP, setelah lulus para siswa biasanya dapat bekerja di kantoran apakah di swasta maupun di pemerintahan. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan diminta menghadiri acara-acara resmi.

Sehingga pembelajaran praktik etika makan penting. Dengan demikian, para siswa nantinya bisa paham dan bisa mempraktikkannya saat bekerja.

Hal senada disampaikan Sarimin yang menuturkan, pembelajaran ini penting.
Pada periode ini, ada sebanyak 104 siswa kelas XI dari tiga lokal yang ikut.
Kegiatan dilaksanakan mulai dari pukul 09.00-14.00 siang.

Sesi pertama diisi dengan pemaparan materi hingga nantinya praktik langsung bagaimana etika makan. Mulai dari makanan pembuka hingga penutup.

”Teori bukanlah dasar utama yang kami terapkan kepada para siswa, tetapi praktik yang tak kalah penting. Sehingga siswa paham,” paparnya.

Para siswa yang hadir terlihat mengenakan seragam resmi. Untuk laki-laki baju kemeja dipadukan dengan celana kain warna abu-abu. Senada dengan perempuan baju kantoran dipadukan dengan rok.

Sebelum meninggalkan lokasi acara, Lis Darmansyah meminta siswa benar-benar memahami etika makan. Ini dalam upaya mempersiapkan siswa nantinya bisa bersaing dengan orang asing.

”Kita jangan mau kalah dengan warga asing. Jadi adik-adik harus tahu bagaimana menggunakan sendok dan peralatan lainnya dalam acara resmi,” ungkapnya.

Serta mendorong anak-anak setelah lulus untuk siap bekerja, meski demikian tidak menutup kemungkinan harus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan jurusan yang ditempuh sekarang agar linear.

”Nanti siswa melanjutkan kuliah, selain itu, bisa sambil membuka usaha sendiri,” paparnya.

Menurutnya, ada banyak cara untuk memulai usaha. Ini bisa dilakukan siswa dari hal kecil. Diantaranya berjualan secara online ataupun menjual hasil barang kreativitas apakah secara sendiri maupun kelompok. (DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here