Siswa Swasta dan Negeri Kebagian Semua

0
327
WAKIL Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga didampingi anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang Simon Awantoko saat berkunjung ke SDN 004 Tanjungpinang Batu 7, belum lama ini. f-martunas/tanjungpinang pos

Program Seragam Gratis Pemko Tanjungpinang Tahun 2019

Program Seragam Gratis Pemko Tanjungpinang untuk siswa baru tahun ajaran baru 2019/2020 yang dimulai tahun depan akan diberlakukan sama untuk siswa Kelas I atau siswa baru SD-SMP baik sekolah negeri maupun swasta.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, mereka sudah selesai membahas program tersebut dan sudah disepakati bahwa Pemko Tanjungpinang akan berlaku adil.

”Keputusan kemarin seperti itu. Jadi, semua siswa baru baik negeri dan swasta akan mendapatkan seragam gratis. Tidak dibeda-bedakan siswa negeri dan swasta. Semua kebagian khusus SD dan SMP saja,” ujar Dadang kepada Tanjungpinang Pos saat dihubungi via ponselnya, Minggu (25/22).

Dijelaskan Dadang, ini merupakan program sesuai visi misi Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang H Syahrul-Hj Rahma yang baru bisa dijalankan mulai tahun 2019 nanti. Program ini akan membantu masyarakat terlebih orangtua siswa yang akan mendaftarkan anaknya masuk SD dan SMP tahun depan baik di sekolah negeri maupun swasta.

”Saat rapat, kita sampaikan juga masukan-masukan dari masyarakat. Salah satunya agar program ini dirasakan siswa baik yang sekolah di swasta maupun negeri,” tambah mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Kepri tersebut.

Adapun seragam yang akan dibantu pemerintah nanti ada lima stel baik itu seragam merah putih, seragam kurung Melayu, seragam olahraga, seragam Pramuka dan seragam lainnya. Ini untuk SD. Demikian juga untuk SMP, pemerintah akan membantu lima stel seragam. Selain itu, pemerintah juga akan membantu pengadaan tas, sepatu hingga kaos kaki.

Teknisnya akan dibahas lebih lanjut nanti. Namun, Dadang memperkirakan, seragam ini baru bisa sampai ke siswa satu bulan setelah proses belajar mengajar berjalan.

Sebab, seragam ini akan disediakan setelah siswa baru masuk sekolah. Kemudian, tukang jahit akan datang ke sekolah untuk mengukur masing-masing siswa. Dengan demikian, seragam bantuan nanti pas untuk ukuran masing-masing siswa.

”Jadi bukan gelondongan. Tetap harus diukur. Kalau gelondongan, nanti ada yang kebesaran dan ada yang sempit, tak muat. Malah tak nyaman belajarnya. Jadi tetap harus diukur. Siswa harus sabar menunggu seragamnya selesai. Bisa sebulan atau lebih. Karena ribuan baju yang akan dijahit nanti,” ungkapnya lagi.

Beda dengan tas, sepatu maupun kaos kaki. Untuk tas dan kaos kaki, bisa cepat didatangkan. Untuk sepatu juga demikian. Tinggal menunggu nomor sepatu masing-masing.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here