Siswi SMP De Green Camp Ubah Jelantah jadi Sabun

0
314
SISWI SMP Islam De Green Camp Tanjungpinang saat mengikuti Lomba TTG Tingkat Provinsi Kepri di TCC Mall Tanjungpinang, akhir Juli lalu. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Siswi SMP Islam De Green Camp Tanjungpinang berhasil mengubah minyak jelantah menjadi sabun cuci. Bahkan, hasil karya mereka ini sudah dilombakan baik tingkat Kota Tanjungpinang maupun tingkat Provinsi Kepri.

Sabun cair asal jelantah (Basa) ini merupakan hasil karya tiga siswi SMPN Islam De Green Camp yakni Nayla Azzahra Maharani, Kasih Aqila Javi dan Petry Daffa Azalia. Kepala SMP Islam De Green Camp Tanjungpinang, Fajriah Laili mengatakan, pembuatan sabun tersebut atas hasil praktik siswinya di sekolah. Ketika belajar tentang larutan, salah satu fokus praktik mereka adalah mengubah minyak goreng bekas (jelantah) menjadi sabun.

Adapun manfaatnya adalah untuk memanfaatkan limbah jelantah sehingga mengurangi sampah minyak yang dibuang ke lingkungan serta bisa menghemat biaya rumah tangga.

Hasil karya ketiga siswi tersebut sudah dilombakan pada Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Tanjungpinang April lalu dan berhasil menjadi Juara II.

Saat itu, hanya SMP Islam De Green yang mengirimkan utusannya dalam lomba tersebut untuk tingkat SMP. Ini menjadi kebanggaan sekolah tersebut karena meski siswi SMP, namun bisa meraih Juara II.

Dikarenakan Juara II di tingkat kota, akhirnya mereka wajib menjadi salah satu perwakilan Tanjungpinang pada lomba TTG tingkat Provinsi Kepri yang digelar di TCC Mall Tanjungpinang, akhir Juli 2018 lalu.

Dalam lomba TTG tahun 2018 ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri memberi kesempatan pada pelajar dan mahasiswa untuk menampilkan karyanya.

Karena itulah, ada beberapa sekolah maupun kampus di Kepri yang menang di kabupaten/kota ikut menjadi peserta TTG tingkat Provinsi Kepri. Di lomba TTG tingkat provinsi tahun ini, hanya dua SMP yang berhasil menjadi peserta yakni SMP Islam De Green Camp dan SMPN 6 Tanjungpinang.

Dijelaskan Laili, panggilan akrab Fajriah Laili, pembuatan sabun cuci itu bermula dari praktik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah itu. Siswinya belajar tentang larutan.

Hasil dari pelajaran itu, siswi bisa membuat sabun cuci.Akhirnya mereka memutuskan ikut lomba TTG. Ketika Juara II di TTG Kota Tanjungpinang, tim penilai meminta agar formulanya diperbaiki karena mengikuti TTG tingkat provinsi.

Saat itu, siswinya diminta untuk membuat sabun tidak hanya dalam bentuk cairan, namun bisa juga dibuat dalam bentuk sabun batangan. Setelah itu, praktik dilakukan kembali untuk menyempurnakan hasil karya tersebut. Hasilnya, siswi berhasil membuat sabun cuci batang.

Saat lomba TTG tingkat Provinsi Kepri, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sempat mengunjungi stan mereka. Kepada gubernur, ketiga siswi tersebut menjelaskan proses pembuatan sabun itu.

Laili mengatakan, saat praktik, semua siswi Kelas II sama-sama berperan hingga karya itu berhasil dibuat. ”Tapi mereka bertiga ini yang paling rajin dan teliti. Makanya, mereka tiga yang kita utus,” jelasnya kepada Tanjungpinang Pos, pekan lalu.

Di sekolah ini, siswa diharuskan menjaga lingkungan bersih dan hijau. Sehingga, tidak boleh membuang limbah sembarangan. Penggunaan kantongan plastik juga dikurangi. ”Jadi masih terkait dengan lingkungan. Sabun itu kan dibuat dari minyak bekas. Menjaga lingkungan agar limbahnya tidak dibuang sembarangan,” tambahnya.

Di sekolah ini, salah satu kelebihan siswinya adalah, mereka diajari memasak dan menjahit. Sisa minyak penggorengan itulah yang dijadikan bahan praktik. Sehingga tidak terbuang sia-sia, namun tetap dimanfaatkan untuk pelajaran.

Hasilnya mengejutkan, hasil praktik malah jadi maha karya dengan mengubahnya menjadi sabun cuci. Minyak bekas penggorengan itu tidak dibuang, tapi sudah dijadikan sabun cuci.

Siswi sekolah itu wajib memasak pada Rabu dan Jumat untuk makan siang mereka di sekolah itu. Siswi sendiri dilibatkan untuk menyiapkan bumbu masakan dan menghidangkannya sebelum makan bersama. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here