Siti Sarwendah Sebut Boleh Beri Uang Makan

0
413
KETUA KPU Kepri Arison memberikan penjelasan aturan masa kampanye, disaksikan Siri Sarwendah dan Ervina Sari selaku Ketua KPU Bintan, kemarin. f-jendaras/tanjungpinang pos

TANJUNGUBAN – Anggota DPR RI Siti Sarwendah menyatakan, calon anggota legislatif (caleg) boleh memberikan suvenir, uang makan dan transportasi dengan nilai yang sudah disesuaikan oleh Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Tapi, caleg tidak boleh memberikan sumbangan ke pihak mana pun, saat menjalani masa kampanye mendatang.

Hal itu disampaikan Siti Sarwendah Anggota DPR RI ketika menanggapi berbagai pertanyaan dalam rapat Monitoring dan Pengawasan Regulasi Kepemiluan di Sungai Bakery, Tanjunguban, Minggu (5/8) siang kemarin.

Menurut Sarwendah, pemberian yang dilakukan caleg kepada pihak manapun tidak dibenarkan, karena melanggar aturan yang ada. Kecuali, dalam kategori tertentu dan nilai yang ditentukan.

”Kalau beri suvenir boleh, nilainya tak lebih dari Rp 60 ribu per orang. Kalau uang transportasi di dalam kabupaten, hanya Rp 50 ribu per orang. Uang makan begitu juga, ya sepantasnya seharga makanan saja,” sebutnya.

Ia menyebutkan, selain tidak boleh memberi sumbangan yang melanggar regulasi pada Pemilu, ia juga menyoroti masa reses anggota dewan, yang tidak boleh dilakukan bersamaan dengan kampanye.

”Jadi di dalam UU nomor 7 tahun 2017 dan PKPU, sudah jelas. Kalau mau reses silakan reses, jangan ada menyebut ajakan, promosi dan membawa atribut kampanye. Usai reses, kemudian kampanye, baru boleh,” tegasnya.

Selain itu juga, permasalahan lainnya yang dibahas mengenai regulasi kepemiluan adalah aturan mengenal pemilih pemula yang saat ini belum terpecahkan.

Arison, Ketua KPU Kepri mengatakan, permasalahan pemilih pemula ini menjadi masalah mengenai data kependudukan seperti KTP el atau juga Surat Keterangan (Suket) yang diberikan saat usia pemohon KTP mencukupi.

”Harusnya yang sudah 17 tahun saat pencoblosan kan sudah boleh mencoblos. Namun hari H pencoblosan kan hari libur, apa Suket bisa dikeluarkan? Ini juga masih kami carikan solusi. Karena saat ini, di Bintan saja ada 1.300 pemilih pemula yang dicoret, karena permasalahan tersebut. Ini KPU sedang teruskan ke atas, agar dapat terselesaikan,” sebutnya.

Sementara, Eddy Tiawarman, Anggota DPRD Bintan menanggapi larangan pemberian sumbangan sebagai salah satu hal yang aneh. Menurutnya, sebagai anggota dewan, pihaknya hampir setiap pekan menerima permohonan proposal bantuan sosial.

”Ya, ini banyak masyarakat yang minta ke kami bantuan ini itu, melalui proposal. Tidak mungkin itu kami tolak saat masa kampanye. Nanti kami malah dibilang anggota dewan tak pakai, tak jelas. Ya itu kan sumbangan sukarela dan biasa lah,” tanggapnya.

Kegiatan ini dihadiri Ketua KPU Bintan Ervinasi Sari, komisioner Haris Daulay dan Rusdel, Panwaslu Bintan, Kapolsek Binut Kompol Jaswir, serta utusan partai politik lainnya.

”Kegiatan ini merupakan program KPU pusat melalui KPU provinsi. Kami di KPU Bintan juga turut melaksanakannya di daerah. KPU pusat mengutus Bu Siti Marwedah yang jadi pemateri,” kata Haris Daulay, komisioner KPU Bintan. (aan/fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here