SK Tarif Transportasi Dalam Proses

0
545
KAPAL feri MV VOC Batavia yang melayani rute Tanjungpinang-Anambas ketika akan berangkat. F-DOKUMEN/tanjungpinang pos

Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas telah berupaya untuk mengatur, dan menentukan besaran tarif angkutan umum baik laut maupun darat.

ANAMBAS – Untuk melegalkan tarif angkutan tersebut, maka pemerintah daerah akan keluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris SH.

”Usulan pertama sudah diajukan pada akhir tahun 2017 lalu, tapi mengalami perubahan dan pada awal Februari kemarin. Kini usulan itu sudah diperbarui lagi, dan sudah disampaikan ke bagian hukum Sekretariat Daerah untuk diverifikasi,” ungkap Nurman, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (23/2) kemarin.

Nurman menjelaskan, memang masih lama prosesnya untuk mengeluarkan SK karena beberapa tahap meski dilalui. Tahapan itu mulai dari bagian hukum, asisten II dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Setelah itu, kata Nurman, baru sampai ke tangan Bupati Anambas Abdul Haris SH untuk legalitasnya. Menurutnya, jika SK tersebut sudah keluar maka akan dipampang di papan pengumuman yang ada di pelabuhan.

Sehingga, supaya masalah biaya transportasi menjadi transparan dan tidak ada kenaikan tarif secara sepihak.

”Ini harus berjalan supaya nantinya tidak ada yang curang. Kalau transportasi transparan, itu salah satu syarat menjadi daerah sadar wisata,” ungkapnya lagi.

Diakuinya, tak ada sanksi jika ada pelaku atau pemilik moda transportasi yang berbuat curang dengan menaikkan tarif secara sepihak. Jika terjadi, maka sanksinya langsung dari masyarakat.

”Mungkin masyarakat tidak mau menggunakan jasanya lagi, jadi orang tersebut yang nantinya akan rugi sendiri,” jelasnya.

Diketahui, untuk ongkos ojek sekitar Tarempa atau jarak dekat dipatok Rp 5 ribu. Tarempa-Kampung Baru Atas Rp 10 ribu. Tarempa-Arung Hijau Rp 30 ribu hingga yang terjauh yakni Tarempa-Air Bini seharga Rp 100 ribu. Harga tersebut merupakan, harga hasil survei di lapangan.

”Untuk saat ini, sifatnya masih sementara dan masih bisa berubah ke depan sambil menunggu drafnya ditandatangani bupati,” ungkap Nurullah, kepala Seksi (KKasi) Pelayanan Transportasi Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Anambas.

Untuk transportasi laut antarpulau, juga sudah dilakukan survei seperti dari Tarempa-Matak per seat adalah Rp 50 ribu. Namun, untuk tarif carter bisa mencapai Rp 500 ribu. Untuk rute Tarempa-Selat Rangsang, Nyamuk, Pulau Nongkat Rp 1 juta, hingga Tarempa-Kiabu yakni Rp 2,5 juta.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here