Skor Pariwisata Tanjungpinang Versi Dahlan Iskan

0
779
Dahlan Iskan ketika menjadi pembicara di jamuan kopi pagi bersama Pemko Tanjungpinang, Senin (6/8). F-Fatih/Tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Semenjak purna jabatan sebagai Menteri BUMN, Dahlan Iskan jadi kian punya waktu lebih luang untuk plesiran. Dalam atau luar negeri. Hanya saja ada satu parameter berkenaan kepariwisataan yang, bagi Dahlan, adalah pertimbangan utama sebelum berkunjung ke suatu destinasi wisata daerah.

“Paling tidak skor versi saya (terhadap pembangunan pariwisatanya) minimal ya 7,5,” ungkap Dahlan ketika menjadi pembicara utama di acara Bincang Kopi Pagi bersama Pemko Tanjungpinang, Senin (6/8).

Lantas bagaimana situasi pariwisata Tanjungpinang secara umum di mata Dahlan? Sebelum menjawab pertanyaan ini, Dahlan mengajukan perbandingan. Kalau Bali, kata dia, tidak perlu disangsikan. Ia memberi poin maksimum sampai angka 9 atau 10. Borobudur dan Bromo, 8. Yogyakarta kalau tidak 8 hampir mendekati 9.

“Mohon maaf kalau saya harus jujur, destinasi wisata di Tanjungpinang dalam sudut pandang saya masih amat jauh,” ungkapnya.

Pulau Penyengat yang selama ini dijadikan ikon pariwisata Tanjungpinang, bukan apa-apa di mata Dahlan. Mantan Dirut PLN ini memberi skor 3. Pun halnya dengan vihara patung seribu yang, kendati memikat wisatawan dalam dan luar negeri, menurutnya tidak lebih dari skor 4.

“Tugas semua pemangku kebijakan untuk membuat nilai destinasi wisata di sini menjadi 7,5,” imbaunya.

Dahlan juga menyarankan, ada baiknya Pemko Tanjungpinang memilih untuk fokus pada tiga destinasi wisata dan menyulapnya menjadi sebuah destinasi wisata yang memikat sekaligus menawarkan pengalaman baru bagi pengunjungnya. Sudah bukan saatnya lagi fokus dengan destinasi-destinasi kecil yang tidak mampu memberikan dampak besar.

“Gedung Gonggong, dari kaca mata turis, itu tidak menarik. Kalau perlu bangun waterfront city yang megah di sana, lakukan reklamasi yang tertata. Jangan ecek-ecek. Lalu berikan sentuhan pengalaman bagi para pengunjung. Kalau sampai nilai sebuah destinasi wisata 7,5, Anda baru bisa hidup dengan mengandalkan pariwisata,” tegas Dahlan. (tih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here