SMA Muhammadiyah Pindah ke Batu 8

0
914
PRAKTIK KOMPUTER: Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga saat melihat siswa praktik komputer di SMA Muhammadiyah Tanjungpinang, Rabu (8/2). f-desi/tanjungpinang pos

Dikunjungi Dewan dan Hipmi

Tanjungpinang – SMA Muhammadiyah Tanjungpinang yang terletak di Jalan Batu 3 akan pindah ke Batu 8, depan Supermarket Metro, Juni 2017 bertepatan dengan tahun ajaran baru nanti.

Di Batu 8 ini, SMA Muhammadiyah akan bergabung dengan SD dan SMP-nya. Dengan artian satu atap untuk tiga jenjang pendidikan tersebut.

Rencana perpindahan ini dalam upaya memajukan sekolah dan menambah jumlah siswa. Kini hanya 27 orang yang terdiri dari Kelas I, Kelas II dan Kelas III yang masing-masing berjumlah 9 siswa.

Kepala SMA Muhammadiyah Tanjungpinang, Iswanto mengatakan, posisi sekolah mereka saat ini sedikit tersembunyi meski berada di perkotaan. Ini mengakibatkan, banyak masyarakat tidak tahu.

Untuk ke depan akan numpang sementara di gedung SMP, kebetulan ada tiga ruangan yang kosong. Sedangkan fasilitas lainnya, juga dapat menggunakan yang ada sekarang.

”Insya Allah kalau dapat dukungan kami berencana pada tahun ajaran baru akan pindah. Dengan harapan, nantinya sekolah ini makin di kenal dan banyak menerima siswa,” ujarnya saat menerima kunjungan Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Tanjungpinang, Rabu (8/2).

Untuk sementara, pihaknya butuh minimal empat ruangan. Tiga ruangan untuk siswa belajar dan satu untuk tata usaha. Tetapi nantinya, akan menggunakan gedung besar yang ada di sana.

Ade Angga optimis, dengan berpindah nanti ke Batu 8 Kecamatan Tanjungpinang Timur, siswanya akan bertambah banyak. Apalagi penduduk di Kecamatan Tanjungpinang Timur terus bertambah dan semakin padat. Ini mengakibatkan, berbanding lurus dengan kebutuhan sekolah.

”Saya optimis sekolah ini nantinya banyak diminati siswa, asalkan ada keunggulan yang ditunjukkan. Apakah bidang komputer, agama serta lainnya,” ungkapnya memberikan dorongan.

Sebelumnya Pemko Tanjungpinang ingin memindahkan sekolah itu dengan syarat lahan milik SMA Muhammadiyah sekarang diserahkan ke Pemko.

”Pak wali kota sudah setuju. Rencana pak wali, sekolah ini akan dijadikan gedung perkumpulan masyarakat,” jelas Ade.

Hanya saja, kepala sekolah tersebut mengatakan, pihak yayasan sulit melepaskannya lantaran lahan itu wakaf. Yang namanya tanah wakaf, memiliki aturan berbeda dalam prosesnya.

Meski tidak jadi diserahkan asetnya ke Pemko, sekolah SMA Mudahmmadiyah akan tetap pindah.

Tahun ini, siswa SMA Muhammadiyah sudah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun akan menumpang di SMKN 4 Tanjungpinang karena kekurangan fasilitas seperti komputer dan perangkat pendukung lainnya.

Dalam kunjungannya ke sekolah itu, Ade Angga membawa empat orang pengurus dan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Tanjungpinang yakni Albino (Ketua Himpi Tanjungpinang), Fahtur, Ferdi dan Aji.

Ade Angga sengaja membawa anggota dan pengurus Hipmi agar mendengar langsung keluhan pihak sekolah. Dengan harapan mau ikut berperan serta membantu pemerintah. Iswanto cukup senang dengan kehadiran mereka.

Kepada Ade Angga dan Hipmi, Iswanto menyampaikan, beberapa kebutuhan, terutama komputer. Selama ini mereka masih menggunakan komputer pentium empat yang mulai ketinggalan zaman.

Fatur mengatakan, permintaaan mereka nanti akan dibahas bersama apa yang bisa dibantu untuk sekolah itu. Tentu juga tetap koordinasi dengan dewan dan pemerintah daerah.
Pantauan di lapangan, kondisi sekolah itu nampak sederhana.

Meja dan kursi mencukupi lantaran siswanya sedikit. Ruang komputer dan perpustakaan digabung.

Beberapa ruangan masih kosong. Hanya ada beberapa orang guru dan tata usaha. Kebanyakan siswa di sana merupakan anak-anak pesantren.

”90 persen siswa kita adalah anak pesantren,” kata kepsek.

Ade Angga sendiri langsung komunikasi dengan Teddy Jun Askara (TJA), Ketua Komisi IV DPRD Kepri terkait permintaan bantuan komputer itu.

TJA, kata Ade Angga akan turun ke sekolah itu untuk meninjau. Ade berharap, pemprov bisa membantu komputer sekolah itu apalagi SMA sederajat sudah ditangani provinsi.(desi liza purba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here