SMAN 1 Anambas Terapkan Fingerprint

0
584
SISWA BERKUMPUL: Siswa SMAN 1 Anambas duduk bersama saat kehadiran Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama rombongan. f-suhardi/tanjugpinang pos

Anambas – SMAN 1 Desa Rintis, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas menjadi satu-satunya sekolah di Provinsi Kepri yang mengabsen siswa menggunakan fingerprint. Ini merupakan alat mesin untuk memberikan data otomatis yang cepat terkait absensi.

Hal ini sontak membuat kagum Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama rombongan yang melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke daerah yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan tersebut.

Wakil Bupati Anambas, Wan Suhendra menuturkan penerapan fingerprint sebagai terobosan dan mungkin baru yang pertama kali di laksanakan di Provinsi Kepri ini.

Awalnya hanya sebagai uji coba, melihat nilai positifnya banyak maka terus diterapkan dan bahkan bisa sebagai sekolah percontohanbagi kabupaten-kota yang ada di Kepri.

Penerapan ini dilaksanakan sudah lebih dari setahun, sebelum kewenangan SMA sederajat dialihkan ke provinsi dari sebelumnya berada di kabupaten-kota. Perubahan ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

”Penerapannya sejak sebelum peralihan, sistem ini sangat efektif dan harus tetap didukung pihak provinsi,” ujar Wan Suhendra kepada Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Dengan sistem ini, mampu membuat siswa lebih disiplin. Sebab merasa selalu diawasi karena waktu kedatangan dan kepulangan akan tertera dengan jelas.

Salah satu pelajar SMAN 1 Anambas, Mira menambahkan penerapan sistem fingerprint di sekolah menjadi kebanggan tersendiri. Ini artinya, siswa harus lebih tepat waktu.

”Kami harus datang tepat waktu karena mengajarkan disiplin. Kini semua siswa sudah memahami apa tujuan dari fingerprint mudahan bermanfaat,” ungkapnya.

Dalam kunjungan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun para guru di lingkungan sekolah mulai dari bersatus pegawai negeri maupun honorer mengeluhkan soal tunjangan mereka yang belum di bayar selama tiga bulan terakhir.

”Tunjangan kami belum di bayar selama tiga bulan terakhir. Kami hanya meminta saran dan kepastian kepada beliau,” ujar wakil Kepala Sekolah, Dedi menyampaikan saran tersebut mewakili guru-guru lainnya.

Terkait hal ini, Gubernur Kepri meminta untuk segera di perhatikan Dinas Pendidikan Kepri.(Suhardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here