SMAN 6 Tanjungpinang Produksi Tiga Film

0
738
Laboratarium: Salah satu guru kesenian sedang saat berada di depan monitor di laboratorium. f-AFIFAH/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Siswa-siswi SMAN 6 Tanjungpinang sudah mampu menghasilkan karya film pendek. Hal ini tidak terlepas dari bantuan pemerintah pusat atas pembangunan laboratorium seni budaya dan film di sekolah tersebut. Ini digunakan siswa untuk dabbing, recording, pembuatan film pendek, sama seperti dapur rekaman tapi mini. Gedung tersebut bisa menampung 100 orang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 6 Tanjungpinang, Jumrianto menuturkan, sudah ada tiga film pendek yang di hasilkan siswa. Diantaranya Secarik Kertas, Awang dan Piala. Hasil karya siswa tersebut sudah sering tayang di televisi lokal di Tanjungpinang.

Baca Juga :  Lurah Cari Lahan Sekolah Baru

Pembinanya langsung di datangkan dari Jakarta, yaitu Adriani dan Yuniarti. Bahkan pada saat pemutaran Secarik Kertas di 2016 lalu, di hadiri aktor film Indonesia, Piet Pagau di gedung tersebut. Menjadi kebanggaan karena satu-satunya sekolah memiliki bioskop mini bantuan dari Kemendikbud pada 2014 lalu.

Melalui laboratorium tersebut, diharapkan mampu mengasah kreativitas seni, membuat film pendek, menciptakan inspiratif sehingga lahir sineas-sineas muda. ”Mudah-mudahan kreativitas dapat tumbuh dari bakat dan minat seni siswa,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, saat berkunjung ke sana belum lama ini.

Sejak 2014 lalu, siswa-siswi SMAN 6 Tanjungpinang memiliki ekstrakurikuler perfiliman. Siswa yang memiliki minat dan bakat dapat bergabung. Mengikuti latihan rutin sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Mulai dari mencari tema cerita, aktris atau aktor serta memproduksi. ”Letak sekolah kita di pinggiran tetapi hasilnya tidak pinggiran. Bahkan film hasil karya siswa sering ditayangkan di tv lokal,” ungkapnya kembali.

Baca Juga :  Hari Ini, SMK di Kepri Gelar UNBK Susulan

Kerja sama dengan stasiun televisi lokal dalam rangka studi banding. Menilai perkembangan para siswa selama menjalani masa latihan. Diharapkan, melalui rutinitas produksi membuat siswa semakin matang. Bahkan SMAN 6 Tanjungpinang telah mengirim sejumlah guru untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan mengenai produksi film.

Menurutnya, prestasi siswa bukan hanya mutlak di akademis, namun juga non akademis seperti seni, olahraga dan lainnya. ”Setiap orang memiliki kelebihan atau potensi yang berbeda. Ini yang perlu di gali agar maksimal dan mampu menghasilkan yang terbaik,” paparnya. Diakuinya, bidang seni paling menonjol di SMAN 6 Tanjungpinang. Mulai dari grup band, tari dan perfiliman. (afifah/dini)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here