SMP se-Tanjungpinang Mulai Persiapan FLS2N

0
1111
BERTANDING: Kepala SMPN 10 Tanjungpinang, Endang beserta guru pembina mendampingi siswa mengikuti FLS2N tingkat nasional di Manado, tahun lalu. f-istimewa/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG- Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kota kembali akan digelar akhir bulan Maret mendatang. Maka, persiapan demi persiapan sudah mulai terasa di sejumlah sekolah.

Seperti di SMPN 15 Kota Tanjungpinang, berbagai persiapan pun tengah dilakukan. Meskipun mengakui masih menjadi pemain baru, namun optimis untuk mengirimkan siswa ikut memberikan menampilkan terbaik nantinya.

Hal tersebut diutarakan Kepala SMPN 15, Farida, Mpd kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini. Ia menuturkan, ada beberapa cabang yang diperkuat sekolah diantaranya puisi, vokal solo dan seni karya. Sedangkan lainnya juga akan mengikuti diantaranya tari, poster, dan story telling.

”Paling tidak kita tahu keunggulan-keunggulan setiap sekolah. Maka kami juga fokus dalam beberapa bidang yang siswa mampu,” ungkapnya saat di jumpai di ruang kerjanya.

Bahkan untuk mematangkan kemampuan siswa, pihaknya mengundang beberapa pelatih dari luar. Terkait pembiayaannya menggunakan dana bantuan operasional sekolah.

”Kami sudah meminta bantuan pelatih untuk mengajari siswa, diantaranya untuk vokal,” tuturnya.

Begitu juga dengan SMPN 10 Tanjungpinang yang mempersiapkan siswa untuk tampil. Melalui pelatih musik tradisi SMPN 10 Tanjungpinang, Rudi mengatakan akan berupaya minimal mempertahankan piala juara pertama tingkat kota dan provinsi. Bahkan berhasil mengantar anak didiknya hingga ke tingkat nasional tahun 2016 lalu.

”Tahun kemarin kami (SMPN 10) mewakili Kepri ke Tingkat Nasional, banyak hal yang kami pelajari ketika bertanding tersebut, meskipun belum juara saat itu. Tapi tahun ini, kami optimis bisa berikan yang terbaik,” kata dia yang mengaku sudah mulai masa pembinaan sejak 2 minggu terakhir untuk persiapan di 2017 ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG ketika dimintai keterangan mengatakan, FLS2N merupakan ajang lomba berjenjang yang dimulai dari lingkup sekolah sampai nasional.

”Ini ajang lomba bergengsi, tidak hanya bagi siswa, tapi juga bagi daerah dan unsur kedinasan, sebab ini melibatkan seluruh provinsi se-Indonesia,” paparnya.

Dadang juga menilai, bahwa pola didik yang baik diakuinya haruslah seimbang antara seni dan eksakta, FLS2N sebagai salah satu wadah untuk bersaing di cakupan eksakta.

”Intinya bersaing secara positif dan saling mendukung antara siswa di setiap sekolah. Begitu juga untuk sekolah yang terpilih mengwakili Kepri ke tingkat nasional harus siap bersaing untuk prestasi,” ucapnya. (cr33)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here