SMPN 12 Kekurangan 75 Unit Komputer

0
269
SISWA SMPN 12 Tanjungpinang Timur istirahat sambil jajan di samping kantin sekolah itu, pekan lalu. F-martunas/tanjungpinang pos

Belum Bisa UN Secara Mandiri

Kebutuhan sarana prasarana penunjang pendidikan masih banyak di sekolah-sekolah negeri yang ada di Kota Tanjungpinang. Salah satu misalnya di SMPN 12 Tanjungpinang Timur yang masih membutuhkan 75 unit komputer.

TANJUNGPINANG – KEPALA SMPN 12 Tanjungpinang Timur, Ainir Nasution mengatakan, sejak mereka mulai melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), mereka selalu menumpang di sekolah lain. Dua tahun belakangan ini, mereka menumpang ujian di SMKN 4 Tanjungpinang.

Sekolah itulah yang paling dekat dengan SMPN 12 yakni di Batu 14. Rata-rata SMP di Tanjungpinang masih menumpang UNBK kecuali SMPN 1 yang sudah mandiri karena sudah memiliki komputer yang mencukupi.

Ainir mengatakan, saat ini mereka baru memiliki 25 unit komputer. Sehingga masih butuh 75 unit lagi agar bisa melakukan UNBK secara mandiri.

Adapun jumlah siswanya di sekolah itu rata-rata 150 orang untuk tiap angkatan. Kelas I sekitar 150 orang, demikian juga kelas dua dan kelas tiga. Untuk itu, dibutuhkan 100 unit komputer, sehingga bisa ujian dua gelombang. Satu gelombang bisa empat lokal dengan jumlah siswa setiap lokal maksimal 20 orang.

”Kalau kita punya 100 unit, yang bisa dipakai sekitar 80 unit. Sisanya untuk cadangan. Kalau siswa kita 150 orang yang mau ujian, berarti pas untuk dua gelombang. Karena ujian itu paling dua gelombang setiap hari,” jelasnya.

Memang, kata dia, impian mereka sekolah itu bisa menggelar UNBK secara mandiri. Sebab, biaya menumpang ujian ini lumayan besar juga.

Selain itu, risiko yang paling besar. Sehingga, ia selalu khawatir setiap kali menumpang UNBK di SMKN 4 Tanjungpinang.

Selain jalan di sana tikungan, anak-anak juga dikhawatirkan saat hendak menyeberang. Karena itulah, saat ujian kemarin, ia menyurati semua orangtua siswa untuk mengantarkan anaknya ke sekolah saat ujian.

Jangan biarkan anaknya pergi sendiri apalagi menggunakan kendaraan sendiri. Jaga pola tidur anak. Jangan sampai larut malam, sehingga terlambat bangun pagi harinya. Ujung-ujungnya bisa terburu-buru masuk ujian.

Diakui dia, saat UNBK beberapa bulan lalu, salah satu siswanya mengalami kecelakaan. Sangat disayangkan kejadian tersebut terjadi saat ujian akhir.

Saat ditanya apakah Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk pengadaan komputer, ia mengatakan, penggunaan dana BOS sudah ada peruntukannya. Meski bisa membeli komputer, namun jumlahnya tak seberapa.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here