SMPN 4 Siapkan 15 Siswa Terbaik

0
926
PRESTASI: Siswa saat menunjukkan deretan piala yang diraih SMPN 4 Tanjungpinang selama ini. f-DESI LIZA PURBA/TANJUNGPINANG POS

Jelang OSN Tingkat Kota

Tanjungpinang – TAK lama lagi akan digelar Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kota Tanjungpinang. Pihak SMPN 4 Tanjungpinang pun mulai mempersiapkan siswa terbaik.

Bahkan, ada lima siswa untuk masing-masing mata pelajaran yang dilombakan yaitu Matematika, IPA dan IPS. Total yang disiapkan 15 orang.

Kepala SMPN 4 Tanjungpinang, Muhammad Dirman mengatakan, ia bersama guru pembina juga sedang fokus membimbing siswa untuk lomba O2SN. Ada beberapa Cabang Olahraga (Cabor) yang nantinya diikuti.

Hal inilah yang diucapkan Dirman, begitu sapaan akrabnya saat di jumpai Tanjungpinang Pos, di ruang kerjanya, Kamis (26/1).

”Sudah kewajiban sekolah mendidik anak-anak melalui proses belajar-mengajar. Di luar dari itu, kami (saya dan guru) memiliki tantangan mempertahankan prestasi dan citra SMPN 4 Tanjungpinang tetap baik dan unggul.” ujar Dirman dengan penuh percaya bahwa tim di sekolah mampu menjalankannya.

Dituturkannya, menjabat sebagai kepala sekolah bukan kali pertama. Perjalanan karir dimulai sebagai Kepala SMPN 9 Pulau Penyengat. Ia dipercaya memimpin sekitar 5 tahun lebih dan kemudian dipindahkan menjadi kepala SMPN 11 Tanjungpinang sekitar 2 tahun 8 bulan.

Jabatan kepala sekolah merupakan, guru yang diberikan tugas tambahan. Ini artinya, ia tetap menjadi guru hanya saja jam mengajarnya sudahberkurang. Dari biasanya 24 jam seminggu kini menjadi 6 jam. Sisanya, lebih fokus mengurus keseluruhan sekolah agar berjalan sesuai dengan program direncanakan.

Selama dipercaya di SMPN 4 Tanjungpinang, ada beberapa prestasi di raih siswanya. Diantaranya mewakili Provinsi Kepri tingkat nasional dalam Lomba Seni Siswa Nasional. Siswa SMPN 4 Tanjungpinang saat itu, mengenai pembuatan tanjak.

Hanya saja, di nasional tidak juara. Selain itu, terus mempertahankan Adiwiyata sebagai sekolah bersih dan hijau hingga tingkat nasional serta prestasi lainnya.

Sekitar 10 bulan menjabat ada tantangan baginya. Ia harus bisa memastikan, proses belajar dan mengajar berjalan baik serta mempertahankan seluruh prestasi diraih dan bahkan harus bisa meningkatkan.

Diakuinya, diawal menjadi kepala SMPN 4, sempat mendapat sorotan terkait penerapan kaus kaki dengan lambang SMPN 4 Tanjungpinang yang disediakan sekolah. Kebijakan ini bukan baru, sebenarnya meneruskan, dari kepemimpinan sebelumnya, hanya kebetulan di diperdebatkan di masa ia menjabat.

Atas hal itu, pihak sekolah memutuskan tak menyediakan kaus kaki seragam bagi siswa. Kini, terpenting siswa menggunakan kaus kaki putih saja.

”Kaus kaki itu tanda keseragaman, kebanggan dan merasa memiliki terhadap sekolah. Tetapi dengan masukan itu, kami sudah tak menerapkan,” ungkapnya.

Menurutnya, apapun keputusan atau kebijakan diambil sekolah sudah melalui musyawarah bersama komite sekolah termasuk dengan penerapan kaus kaki dan lainnya.

Kini, fokusnya kedepan mempertahankan prestasi SMPN 4 Tanjungpinang bidang akademis maupun non akademis tingkat kota, provinsi dan bahkan nasional. (DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here