SMPN 5 Bintan Ikut Lomba Sekolah Sehat Nasional

0
671
Adi Prihantara

BINTAN – SMPN 5 Bintan satu-satunya sekolah yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dalam ajang lomba sekolah sehat tingkat nasional.

Lomba tersebut akan digelar, bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Pemkab Bintan Bintan sebagai leading sektor kegiatan.

Untuk itu, Bagian Kesra Pemkab Bintan melaksanakan rapat bersama Plt. Sekda Bintan Adi Prihantara, untuk membahas kesiapan dan persiapan untuk mengikuti lomba, Kamis (7/4) lalu.

Rapat itu difokuskan persiapan menjelang penilaian, yang akan dilakukan oleh tim penilai dari pusat yang datang pada tanggal 18 april.

”Kita tidak ingin hanya mencari juara, atau mendapat penghargaan saja. tetapi mel;akukan pembenahan-pembenahan yang signifikan,” ujar Adi Prihantara.

Ia menegaskan, yang terpenting adalah kegiatan sekolah sehat dapat dilakukan terus-menerus.

Adi juga menambahkan, hal itu bisa diterapkan di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bintan pada umumnya.

Pada momen lomba sekolah sehat itu, ia juga mengajak kepada seluruh Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk melakukan pembinaan dan membantu pihak sekolah dalam menyongosong persiapan penilaian sekolah sehat.

”Sebisa mungkin lakukan peninjauan ke lokasi sekolah, agar apa yang memang menjadi kebutuhan yang harus dilengkapkan dapat segera dipenuhi,” tegasnya.

Jadi wakil Kepri satu-satunya, hal itu tak lepas dari proses panjang yang telah dilewati dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan sehat. Salah satunya, SMPN 5 berhasil meraih juara pertama lomba sekolah sehat, pada tingkat Provinsi Kepri tahun 2016.

Adi Prihantara juga menayampaikan, untuk bisa mengukir kembali prestasi yang pernah didapat kejenjang lebih tinggi, perlu ada kesiapan dan persiapan yang matang.

Menurutnya, agar dalam perlombaan tersebut dapat memberikan hasil maksimal dan mampu meraih prestasi yang membanggakan ditingkat nasional.

Adi menjelaskan, untuk mendukung kegiatan sekolah sehat, perlu didukung dengan kerjasama antara sekolah dan puskesmas yang ada di sekitar wilayah tersebut.

”Mungkin bisa dilakukan dengan penandatangan MoU yang diketahui Kepala Dinas Pendidikan, serta Kadis Kesehatan, agar dalam uraian tugas pembinaan dapat dilakukan secara profesional,” sambungnya. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here