SMRS Resmi Pahlawan Nasional

0
801
TERIMAPIAGAM: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Tengku Husein Saleh dan keluarga menerima piagam penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Mahmud Riayat Syah di Istana Negara Jakarta dari Presiden RI Joko Widodo, Kamis (9/11) kemarin. f-istimewa

Jadi Motivasi Kepri untuk Berdaulat di Laut

Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) resmi menjadi Pahlawan Nasional usai dianugerahi oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis (9/11). SMRS adalah pemimpin perang gerilya di laut melawan penjajah Belanda.

JAKARTA – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan anugerah Pahlawan Nasional ini diharapkan menjadi motivasi dan pendorong masyarakat untuk menjadikan Kepri semakin maju.

Kepri harus semakin memperkuat kejayaan di laut sebagai provinsi bahari. Kepri harus berjaya kembali di laut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Anugerah ini menunjukkan ada tokoh Melayu Kepri yang menjadi panutan nasional. Ini harus menjadi penyemangat yang mendorong kita semua membangun Kepri semakin baik,” kata Nurdin usai menghadiri acara penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Kamis (9/11).

Penganugerahan ini diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan tahun 2017. Selain SMRS, gelar pahlawan nasional juga diberikan kepada tiga tokoh lainnya. Mereka adalah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid tokoh Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati dari Aceh dan Prof H Lafran Pane dari DI Yogyakarta.

Gelar untuk Sultan Mahmud Riayat Syah diterima langsung titisan ketujuhnya yaitu Tengku Husein Saleh. Gubernur Nurdin langsung mendampingi Tengku Husein menerima anugerah yang disampaikan Presiden RI, Joko Widodo.

Selain zuriat dan ahli waris, tampak hadir pada penganugerahan itu Bupati Lingga Alias Wello dan tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri H Huzrin Hood. Gubernur Nurdin berterima kasih kepada pemerintah pusat yang menganugerahkan gelar pahlawan untuk tokoh Kepri. Gubernur juga berterima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Kepri yang berperan aktif sehingga anugerah ini diberikan.

Baca Juga :  Bikin Ranperda, Libatkan Aktivis Perempuan

Sampai saat ini sudah ada tiga tokoh Kepri yang menjadi pahlawan nasional, yaitu Raja Haji Fisabillah yang mendapat gelar pada tahun 1997, Raja Ali Haji tahun 2004 dan tahun ini untuk Sultan Mahmud Riayat Syah.

Nurdin menyampaikan, pengorbanan para pahlawan untuk negeri ini harus diteruskan dengan mengisi pembangunan. Salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat Kepri semakin hari semakin baik.

Semangat kebersamaan untuk memajukan negeri ini, kata Nurdin, juga harus diperkuat. Semangat kebersamaan itu, akan memperokoh persatuan untuk membangun negeri.

”Tanpa kebersamaan dan kerja keras seperti dicontohkan para pahlawan, negeri ini tentu terus terjajah. Mari kita jadikan Kepri semakin baik lagi,” kata Nurdin.

Nurdin senang dengan anugerah pahlawan Gerilya Laut untuk Sultan Mahmud Riayat Syah. Secara kelautan, menunjukkan Kepri sangat kuat. Laut Kepri selain untuk keamanan, juga menjadi sumber peningkatan kesejahteraan. ”Laut merupakan ladang untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Nurdin.

Sultan Mahmud Riayat Syah mangkat pada 12 Januari 1812 dan dimakamkan di Daik, Lingga. Banyak momen-momen perjuangan Sultan Mahmud mengusir Belanda dari negeri ini.

Salah satunya saat di Daik Lingga pada 1788 hingga 1793, Sultan Mahmud Riayat Syah memerangi Belanda dengan cara gerilya laut.

Sultan dan pasukkannya mengacaukan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan Kepulauan Riau dengan menyerang pasukan Belanda di perairan tersebut.

Dari pengakuan Gubernur VOC-Belanda di Melaka, de Bruijn, ”Kekuatan armada VOC tidak mampu menandingi kekuatan armada laut Sultan Mahmud Riayat Syah di belantara lautan Kepulauan Lingga.”

Baca Juga :  Menkeu Janji Permudah Urus Izin Ekspor-Impor

Tak hanya untuk daerah kekuasaannya, Sultan Mahmud Riayat Syah pada 5 Januari 1811 mengirim bantuan sebuah kapal perang lengkap dengan prajurit dan persenjataannya yang digunakan untuk melawan ekspansi Belanda ke Sumatera Timur, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Ini menunjukkan perjuangan Sultan Mahmud Riayat Syah yang bertahta di Lingga itu memang bertujuan untuk membebaskan nusantara dari kekuasaan pihak asing, khususnya Belanda.

Piagam Diarak Keliling
Ribuan masyarakat, pelajar se-Kota Tanjungpinang dipastikan terlibat dalam acara penyambutan serta arak-arakan atas penghargaan Pahlawan Nasional dari Kepri Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) saat tiba di Kepri Sabtu (11/11) nanti.

Hal itu disampaikan Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah usai memimpin rapat bersama perwakilan Pemko Tanjungpinang, Pemkab Bintan, serta Pemkab Lingga di Gedung Aula PKK Kepri di Gedung Daerah, Tepilaut, Kamis (9/11) kemarin.

”Rencananya kita minta komitmen Disdik Tanjungpinang tadi, saat arak-arakkan, melibatkan 500 lebih pelajar yang melakukan arak-arakkan yang dimulai dari Jalan Teungku Umar nanti,” jelas mantan Sekda Kabupaten Karimun tersebut.

Menurut Arif, proses arak-arakkan pelakat SMRS ini tidak hanya dilakukan di Kota Tanjungpinang, melainkan juga akan digelar di Kabupaten Lingga saat Hari Ulang Tahun Lingga yang juga bersempena dengan acara Tamadun Melayu.

”Tadi perwakilan Pemkab Lingga menyampaikan langsung saat rapat, bahwa mereka minta penghargaan atau sejenis pelakat itu juga akan dipakai untuk arak-arakan saat ulang tahun Pemkab Lingga,” jelas Arif.

Baca Juga :  Dua Perempuan Ditangkap karena Narkoba

Ia pun menyampaikan, Bupati Bintan Apri Sujadi, Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah akan langsung menyambut kedatangan rombongan yang langsung dipimpin Gubernur Kepri H Nurdin Basirun yang membawa plakat tersebut tiba di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Sabtu sekitar pukul 10.00 pagi menggunakan maskapai Lion Air.

”Rencananya, rombongan gubernur disambut beberapa kepala daerah. Kemudian sama-sama keliling Tanjungpinang menuju ke Gedung daerah. Sampai di Gedung Daerah, disambut beras kunyit, acara adat, sampai malam acara hiburan rakyat seperti joget dangkong dan lain-lainnya,” terang Arif.

Menurut Arif, momentum dinobatkan SMRS yang menjadi Pahlawan Nasional dari Kepri merupakan momen yang sangat membanggakan bagi masyarakat. Dengan demikian, Kepri memiliki tiga Pahlawan Nasional. Diantaranya, Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji, dan Sultan Mahmud Riayat Syah.

”Untuk itu, guna merayakan momentum yang juga bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional tersebut, pihaknya akan melaksanakan penyambutan yang cukup meriah. Mulai dari arak-arakan plakat dan sertifikat penobatan tersebt keliling Tanjungpinang.

”Dalam pawai dan arak-arakan tersebut nanti akan diikuti para pelajar, LSM, TNI, dan instansi lainnya. Terakhir, Arif juga menyampaikan apresiasinya bagi pihak yang sudah terlibat dalam upaya menjadikan Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi Pahlawan Nasional. Menurutnya, tanpa kerja keras dan upaya yang maksimal raihan tersebut akan sulit dicapai.(MARTUNAS – SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here