SMSI Bagian dari Ekosistem Pariwisata Indonesia

0
612
Guntur Sakti (dua dari kanan) foto bersama ketua SMSI Ramon Damora dan pengurus SMSI Kepri lainnya

JAKARTA – Era digital yang sedang melanda dunia kini mesti bisa dimanfaatkan semua pihak. Yang memanfaatkan teknologi dalam mempromosikan usaha dipercaya akan lebih mudah diterima di masyarakat.

Kementerian Pariwisata juga kini sedang gencar gencarnya mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia. Hal itu ditegaskan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata RI Guntur Sakti saat seminar yang ditaja Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Menurut mantan Kadis Pariwisata Provinsi Kepri ini, Kemenpar diberi target meningkatkan turis manca negara menjadi 20 juta pada 2019.

Untuk mencapai target yang diminta, selain setiap daerah mesti membuat objek-objek wisata baru serta membenahi yang ada, Kemenpar juga akan melakukan promosi besar besaran ke luar negeri serta membuat event-event menarik serta mendukung event yang dilakukan Pemda Pemda.

Baca Juga :  Kemenhub Tambah Kapal di Kepri

“Peran media siber sangat dibutuhkan untuk mempromosikan objek wisata San event/event menarik serta keunggulan dan potensi wisata. SMSI ini menjadi ekosistem ,” kata Guntur Sakti.

Tahun ini, sambung Guntur, banyak prestasi yang diraih pariwisata yang diraih, seperti menjadi 20 negara tercepat pertumbuhan pariwisatanya di dunia. Selain itu, anak 20 inovasi pariwisata anak bangsa yang dapat penghargaan dunia.

Menurutnya, Indonesia optimis dalam menghadapi ekonomi digital saat ini. “Mau tidak mau Kemenpar harus menjadi kementerian milinial.

Kata Guntur, ada banyak kemudahan bagi wisman untuk melancong ke Indonesia. Selain ada lebih dari 100 negara yang bebas visa, setiap kapal yacht asing bebas PPNBM untuk masuk Indonesia.

Baca Juga :  Jaga Investasi Meski Ada Perubahan

“Dulu setiap yacht mesti bayar PPNBM hingga 75 persen. Ternyata penghasilan dari pajak itu hanya Rp3 miliar dalam setahun. Akhirnya, PPNBM dari yacht dihapus. Cara ini sangat menguntungkan, karena semakin banyak yacht yang masuk dan membuat sektor pariwisata makin baju termasuk usaha mikro yang ada di sekitar lokasi wisata,” terang Guntur.

Selain Yacht, jetsky juga diberi kemudah serta izin singgah kapal pesiar atau cruise dipermudah.

“Beberapa pekan lalu sudah ada cruise yang singgah di Bintan membawa 4000 turis. Meski hanya singgah 10 jam, namun ini awal yang bagus dalam mempromosikan pariwisata,” jelasnya. (Jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here