Soal UN Boleh Digandakan

0
431
SISWA-SISWI SMAN 2 Tanjungpinang saat simulasi UNBK, beberapa waktu lalu. f-martunas/tanjungpinang pos

Disdik Kepri Gelar Rakor Persiapan di Tanjungpinang

Menjelang Ujian Nasional (UN) yang akan digelar April depan, Dinas Pendidikan Perovinsi Kepulauan Riau (Kepri) Kepri menggelar rapat koordinasi di Hotel Comfort Tanjungpinang, Kamis (8/3) malam hingga Jumat (9/3) kemarin pagi.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir mengatakan, saat rapat itu dibahas segala kekurangan dan antisipasi apabila ada persoalan di hari H ujian nanti. Bagi sekolah-sekolah yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP), maka diperbolehkan menggandakan (fotokopi) soal apabila kurang. Namun, soal yang digandakan tidak boleh lebih dari kekurangan.

Arifin Nasir mencontohkan, apabila kekurangan soal hanya 5 saja, maka yang difotokopi hanya 5 juga. ”Tak boleh lebih. Sesuai kebutuhan saja. Kalau memang 5 soal yang kurang, ya fotokopi rangkap 5 saja,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Ia menjelaskan, rakor tersebut juga memfinalisasi sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UN yang ada di kabupaten/kota di Kepri. Kemudian didata juga semua jumlah peserta yang ikut UN 2018 ini.

”Disepakati bersama, dalam rangka kesiapan menyelenggarakan UN semua saling melengkapi dan kerja sama supaya nanti berjalan lancar, tertib dan sekaligus mengantisipasi ketika terjadi hambatan,” bebernya..

Dijelaskannya, UN digelar dalam dua model yakni UNKP dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Untuk pelaksanaan UNBK, yang disiapkan sekolah adalah wajib memiliki ruang lab komputer, server serta ada jaringan online dan serta listrik.

Harus disiapkan juga beberapa petugas, proctor teknisi dan pengawas. Berbagai antisipasi harus dilakukan sejak awal. Misalnya agar listrik tidak padam saat ujian.

Persiapan untuk ini, akan kita surati PLN dan Telkom untuk urusan jaringan internet. ”Apabila semua tidak terkendali, karena ini semua kuasa Tuhan, maka kita minta pihak sekolah menyiapkan mesin genset. Kalau misalnya internet tak lancar itu urusan mereka,” tegas Arifin.

Seperti biasanya, dewan dan Disdik akan melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan PLN agar listrik tidak padam saat UN berlangsung. Namun, apabila ada gangguan alam yang secara tiba-tiba terjadi dan mengakibatkan listrik padam, harus ada solusi lain agar listrik tetap menyala yakni dengan menyediakan genset.

Tapi, sekolah-sekolah yang sudah beberapa kali menyelenggarakan UNBK sudah memiliki genset sendiri di sekolah itu. Meski kapasitasnya tidak sebesar genset milik PLN, setidaknya masih bisa menghidupkan komputer.

Tahun ini ada 62 SMA negeri dan swasta serta 57 SMK negeri dan swasta yang akan mengikuti UNBK-UNKP di Kepri. Adapun rencana jadwal ujian dari Puspendik Kemendikbud yakni, USBN SMK pada 12-14 Maret, USBN SMA pada 19-22 Maret dan USBN SMP pada 7-9 Mei.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here