Solar Langka di Batam

0
41
ANTREAN mobil di SPBU Pandan Wangi, Batam, karena kelangkaan solar di SPBU. F-MARTUA/tanjungpinang pos
Antrean panjang di setiap SPBU di Batam terlihat hampir tiap hari dan itu sudah dua minggu ini terjadi. Antreannya terlihat panjang seperti di SPBU Pandan Wangi, Batam, hingga ke arah ruko tidak jauh dari SPBU. Di barisan antrean, terlihat didominasi bus dan truk-truk, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

BATAM – Kondisi itu, diakui Tim Komunikasi Pertamina, Roby Hervindo, Jumat (15/3), sudah berlangsung dua minggu. Pada hal Pertamina mengaku mendistribusikan solar setiap hari. Hanya saja, dari data Januari 2019, ada peningkatan konsumsi BBM jenis dolar yang mencapai 112 persen di Batam.

”Antrean solar di SPBU di Batam, bukan faktor kelangkaan. Penyaluran BBM jenis solar normal tiap hari di SPBU. Tapi konsumsinya 112 persen,” tegasnya.

Menurut Roby, penyaluran BBM solar di Batam berjalan normal setiap hari ke setiap SPBU yang ada. ”Antre bukan berarti langka, kita cek dulu. Tapi dari data, konsumsi solar memang meningkat. Sementara kita tiap hari rutin menyalurkan,” sambungnya.

Terkait peluang terjadinya penyalahgunaan atau pelansir solar, Roby tidak menutup kemungkinan. Namun pihaknya belum bisa menentukan masalah yang terjadi, hingga terjadi kelangkaan.

”Kita akan cek di lapangan, apakah akibat penyalahguanaan aktifitas di tingkat pengecer atau tidak. Kalau di SPBU, kita lakukan pengawasan ketat,” katanya.

Pertamina tidak menutup mata untuk melakukan pengawasan di lapangan terkait penyaluran BBM. Namun untuk di luar SPBU, Roby mengaku bukan kewenangan pihaknya. ”Pertamina sampai di SPBU pengawasan. Tapi nanti kita akan lihat, karena di luar SPBU sudah bukan wewenang kami sepenuhnya,” kata Roby.

Karena itu, diajak agar masyarakat ikut mengawasi penyaluran BBM. Untuk meningkatkan pengawasan Pertamina juga sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, dalam mengawasi penyaluran.

”Pengawasan penyaluran kita tingkatkan bekerjasama dengan aparat. Tapi butuh pengawasan di tingkat pengecer agar terkendali,” harapnya.

Salah seorang pelanggan solar di Batam, Riky, mengakui kelangkaan solar dalam dua minggu belakangan. Mereka diakui, harus rela mengantre hingga satu jam di SPBU untuk mendapatkan solar 30 liter. Kondisi ini diakui, menganggu produktivitas perusahaan mereka.

”Kita kesulitan kalau ini terus terjadi. Bisa mengganggu operasi perusahaan. Saya bawa truk yang mengangkut material perusahaan,” kata dia.

Selama dua minggu ini, untuk mendapatkan solar, pihaknya harus berkeliling di daerah Batam Centre hingga ke dekat Kepri Mal. Mereka mencari antrean mobil pengguna solar. Dampaknya, produktivitas mereka sebagai mobil perusahaan turun. Kalau per hari bisa angkut barang tiga kali, sekarang paling banyak dua kali.

”Kalau ada antreannya, berarti ada solar. Jadi kita terpaksa cari yang ada antrean. Kalau tak ada antrean, berarti solar tak ada,” cetusnya.

Diharapkan Pertamina bisa menambah pasokan solar, sekaligus meningkatkan pengawasan. Menurutnya, penting untuk menjaga agar kebutuhan solar terjaga, karena pengguna solar, lebih banyak terkait dengan angkutan perusahaan dan karyawan.

”Kita terganggu di solar, dampaknya ke gangguan angkut barang atau material perusahaan.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here