Sopir Mesti Pakai Teknologi

0
779
H Nurdin Basirun

Nurdin Minta Segera Atasi Kisruh Taksi Online

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, H Nurdin Basirun meminta agar kisruh taksi di Batam segera diatasi. Jangan sampai berlarut-larut karena bisa mengganggu sektor pariwisata.

TANJUNGPINANG – NURDIN pun meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri dan Kota Batam melakukan survei serta mendata kawasan Batam yang butuh taksi dan berapa banyak. Sehingga bisa diketahui berapa sebenarnya kebutuhan taksi online dan konvensional di Batam.

Selama pendataan ini belum selesai, sesama sopir taksi diminta tenang. Nurdin, bahkan mengajak untuk arif dan sama-sama menahan diri demi kemajuan Batam.

”Survei data adalah rujukan kita. Kalau misalnya nanti di lapangan ada persoalan, itulah kearifan yang harus sama-sama kita lakukan,” tegas Nurdin kepada wartawan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (22/1).

Baca Juga :  FKDM Provinsi Kepri Berbagi Pengalaman ke Pengurus FKDM Kota Malang

Tak hanya itu, Nurdin juga mengimbau kepada pengelola taksi konvensional agar bisa menahan diri. Ia juga mengatakan, bahwa kemajuan teknologi tidak bisa dibendung.

Dia mencontohkan, bahwa sekarang belanja kebutuhan sehari-hari sudah menggunakan pesan online. ”Saya minta cepat selesai, lebih bagus. Mudah-mudahan ada solusi dan tidak merugikan pihak mana pun,” terang Nurdin.

Terakhir Nurdin minta waktu dalam menyelesaikan kekisruhan, masalah kewenangan taksi konvensional dan online ini. Dirinya tidak mau segera memutuskan sesuatu kebijakan yang dampaknya sangat bersentuhan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Batam.

”Saat ini saya sudah mempertemukan, Kadishub dan Wali Kota Batam terkait masalah ini, sabar saja,” ucap Nurdin demikian.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Jamhur Ismail mengatakan, angkutan sewa khusus atau taksi online akan terus beraktivitas jika Kominfo tidak memblokir aplikasi yang saat ini beroperasi di Batam. Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini, pihak aplikator melanggar pasal 65 Permenhub No.108.

Baca Juga :  Uang Perjalanan Dinas Tak Cair

Terkait dirinya sudah mendapat permintaan khusus oleh Gubernur, Jamhur menyebutkan, dirinya sudah bertemu dengan Gubernur dan Wali Kota Batam serta perwakilan Dishub Batam terkait masalah taksi online ini.

”Solusinya blokir aplikasi dulu dan badan usaha/koperasi harus mengurus izin operasi. Kalau diblokir aplikasinya maka tak ada taksi online yang melaju di jalan,” terang Jamhur.

”Sekarang sudah kami masukkan di unit administasi lelang, konsultan yang mengkaji masalah kuota itu. Jadi dalam tempo waktu 48 hari konsultan profesionalnya sudah kita dapatkan,” beber Jamhur.

Baca Juga :  Ribuan Jamaah Doakan Kedamaian Kepri

Jadi setelah mendapatkan konsultan yang memang profesional, ke depan masalah perhitungan kuota adalah menjadi tugas dan tanggung jawab mereka. Walaupun, kata dia, saat ini pihaknya sudah mendapatkan angka besaran tersebut, namun hal itu hanya untuk sebagai acuan Dishub.

Selama ini, sopir taksi konvensional dan sopir taksi online kerap ribut di lapangan di Batam. Sopir taksi konvensional tak terima taksi online beroperasi sementara izinnya belum ada.

Akibatnya, demo beberapa kali digelar di Kantor Wali Kota Batam. Hal ini dianggap tetap mengganggu sektor pariwisata Batam lantaran banyaknya turis dan wisnus tiap hari masuk Batam.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here