Sosialisasi Zonasi Tak Intens

0
707
Teddy Jun Askara

KETUA Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara mengatakan,
dalam PPDB tahun ini ditetapkan zonasi. Hanya saja, masyarakat tidak banyak tahu apa itu zonasi. Hal itu dikarenakan sosialisasinya tidak intens. Sehingga banyak masyarakat yang mendaftar di luas zonasi tempat tinggalnya. Mereka ditolak dan diminta mendaftar di sekolah dekat tempat tinggalnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir melarang keras orangtua siswa mendaftarkan anaknya di dua sekolah. Dirinya akan meminta tegas panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) se-Kepri untuk mengawasi sekaligus mempertanyakan kepada calon orangtua maupun peserta didik, supaya tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

”Hari ini saya meninjau langsung ke, SMAN 1, SMAN 2 dan SMKN 3 sekolah yang saya tinjau. Memang ada ditemukan orangtua yang mendaftarkan anaknya sampai dua sekolah. Saya bilang, pilihlah antara satu, karena tidak dibenarkan seperti itu, kita harus ikut prosedur, dan tidak boleh sesuka hatinya saja,” terang Arifin kepada Tanjungpinang Pos di Kantor Gubernur Kepri, Senin (3/7) kemarin. Menurut dia, berdasarkan hasil musyawarah antarkepala sekolah SMA sederajat se-Kepri, semua prosedur tentang tata cara PPDB ini sudah diatur, supaya tidak terdapat masalah baik saat ini maupun kemudian hari.

Baca Juga :  Siswa Natuna Juara I Kompetisi Internasional

”Termasuk soal ada surat rekomendasi berkelakuan baik yang dikeluarkan langsung dari sekolah asalnya sebelum mendaftar masuk ke SMA,” tegas Arifin. Aturan ini sudah disepakati seluruh kepala sekolah SMA sederajat se-Kepri. Dan hal itu terus dipantaunya setiap hari. Karena, menurut dia, pendidikan di Kepri ini harus berkarakter, jangan semakin bertambah usia, model pendidikan dan pertumbuhan attitude (sikap) siswanya masih tidak terukur.

”Kita ingin supaya dengan adanya surat berkelakuan baik itu, attitude anak teruji. Jadi yang kita butuhkan tidak hanya prestasi, melainkan akhlak mereka harus baik. Kita inginkan, ada perubahan,” sebutnya. Di hari pertama ini, proses PPDB menurut laporan kepala SMA sederajat se-Kepri tidak ada masalah yang cukup fatal, sampai tak dapat diselesaikan.

Baca Juga :  Listrik Membaik, Sambung Baru Minim

”Hari pertama PPDB ini berjalan baik,” ucapnya. Mantan Kadis Kebudayaan Kepri ini berjanji akan terus memantau proses PPDB ini sampai selesai. Bahkan dirinya pun tidak hanya tinggal diam di kantor. Hari ke dua sampai akhir pendaftaran, dirinya bersama tim PPDB dari Disdik akan meninjau lokasi PPDB di setiap daerah se-Kepri.

Arifin juga sempat menyinggung persoalan zonasi wilayah. Menurut dia masalah zonasi tersebut sudah mengacu pada Permendikbud Nomor 17 tahun 2017. Itu secara general zonasi tersebut. Tapi oleh pemprov zonasi tersebut supaya tidak menumpuk di suatu sekolah.

Baca Juga :  Gubernur Tinjau Harga Sembako di Natuna

”Zonasi ini berlaku nasional. Zonasi ini mencegah terjadinya penumpukan di suatu sekolah,” tegasnya. TJA menambahkan, persoalan zonasi wilayah ini masih menjadi perdebatan di sekolah-sekolah.

Menurut dia, pihak sekolah maupun Disdik dalam menerapkan sistem zonasi kurang adanya sosialisasi yang intens kepada masyarakat. ”Tadi ada orangtua calon siswa yang anaknya ingin mendaftar di SMA 2, sementara karena tidak paham soal zonasi wilayah, ditolak pihak sekolah, karena zonasinya yang sebenarnya berdekatan dengan SMAN 1,” tegas TJA. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here