Sotong dan Bilis Oleh-oleh yang Paling Laris

1
913
PEDAGANG menjual bilis dan sotong kering, di Pelantar II Tanjungpinang, kemarin. F-raymon/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Sotong dan ikan bilis (teri) yang dijual di pasar kawasan Kota Lama, masih menjadi primadona oleh-oleh khas dari Tanjungpinang. Bilis cukup terkenal di daerah Kepri, karena mempunyai rasa khas tersendiri, dibanding dengan ikan bilis daerah lain.

Ikan bilis itu berasal dari daerah pulau seperti pulau Karas, Dabo, Senayan Pancur, Berakit dan Trikora (Bintan) serta pulau-pulau kecil lainnya. Hasil tangkapan nelayan ini, ditampung pedagang di beberapa penampungan bilis yang ada di Pelantar II dan pasar KUD, Kota Tanjungpinang.

Atong pedagang Pelantar II mengatakan, musim ikan bilis terjadi pada bulan Agustus hingga Desember. Di masa itu, banyak hasil tangkapan bilis dari laut. ”Kalau sekarang masih sedikit yang masuk, masih ada kelong yang tidak turun karena masih utara,” katanya, Jumat (2/2) kemarin.

Atong menyebutkan, untuk harga ikan bilis bervariasi dari harga Rp 80 ribu hingga Rp 180 ribu, tergantung dari ukuran dan kualitas ikan bilisnya. ”Kalau yang murah, jual ikan bilis yang patah dan sudah berwarna kekuningan. Sedangkan yang paling mahal ikan bilis nasi (halus),” tuturnya.

Selain ikan bilis, sotong kering juga menjadi oleh-oleh para pembeli. Untuk harga sotong kering juga bervariasi, dari harga Rp 60 ribu sampai dengan Rp 150 ribu per kantong. Tergantung dari besar kecilnya sotong. ”Satu kantong sotong kering itu, biasanya berisikan 2 sampai 3 ekor sotong jenis besar,” jelasnya.

Menurutnya, ikan bilis juga dikirim ke Pekanbaru. Seminggu bisa dua kali melakukan pengiriman. Sementara itu untuk harga per goni atau borongan, dijual dengan harga diskon. ”Kalau ambil banyak kita berikan harga diskon. Itu juga mereka yang sudah langganan sejak lama,” jelasnya.

Ikan bilis ini juga menjadi oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang. Atong menyebutkan, para wisatawan berbelanja di toko sering meminta untuk dilakukan packing, agar mudah dibawa menggunakan pesawat. ”Waktu paling banyak membeli itu tergantung, pembeli terkadang ramai terkadang juga sepi,” tuturnya. (ray)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here