SPAM di Kampung Bugis Atasi Krisis Air

0
575
BEROPERASI: SPAM di Belakang kantor Camat Kota di Kampung Bugis sudah dioperasionalkan para petugas yang dibentuk. f-raymon/tanjungpinang pos

Kini masyarakat Kampung Bugis sudah tidak perlu khawatir lagi kekurangan air. Sebab, kini sudah ada empat sumber air yang dibangun Pemko Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Setelah 2016 lalu, Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmasnyah meresmikan pengoperasian sumur bor di kawasan bawah, Kampung Bugis, tahun ini ada lagi satu pembangunan lagi. Sesuai kotrak akan selesai Desember mendatang, melalui anggaran dari DAK pusat. Sama seperti tahun sebelumnya.

Hanya saja nilai anggarannya lebih kecil, bila sebelumnya Rp 2,5 miliar maka tahun ini Rp 1 miliar lebih sudah lengkap dengan selang sambungan ke rumah-rumah warga. Pembangunan sumur bor berada tepat di depan SMPN 11 Tanjungpinang.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya di Dinas PU Kota Tanjungpinang, M Irfan kepada Tanjungpinang Pos, saat di jumpai di runag kerjanya, Rabu (18/10).

Ia menuturkan, dari anggaran tahun sebelumnya, pihaknya telah menyelesaikan pemasangan pompa solar cell dan module solar cell, pemasangan listrik 2.200 watt serta saringan pressure sand filter 2,5 liter per detik. Ditambah pemasangan penangkal petir satu unit serta pemasangan 200 selarang disambungan lengkap dengan meteran di setiap rumah. ”Kini masyarakat sudah dapat menikmati air, jika ada alat rusak akan diperbaiki UPTD SPAM yang telah di bentuk awal bulan ini,” ungkapnya.

Terkait anggaran yang tersedia di UPTD SPAM memang belum besar, yaitu senilai Rp 100 juta. Meski demikian, pihaknya berkomitmen bila ada yang rusak segera memperbaiki. Sehingga pendistribusian air ke warga bisa lancar.

Baca Juga :  Libur Nataru Hunian Hotel Meningkat

Warga hanya dikenakan biaya senilai Rp 2 ribu rupiah per kubik atau setara 5 drum air. Rata-rata per rumah membayar Rp 30 ribu per bulan. Dari dana yang terkumpul digunakan membayar petugas dan membantu biaya perbaikan.

”Dari iuaran air yang terkumpul baru cukup membayar para petugas yang mengoperasionalkan, jadi kalau ada yang rusak menggunakan dana yang tersedia di UPTD,” paparnya. Rencananya ke depan, pihaknya akan mengumpulkan masyarakat terkait pembahasan tarif. Meski demikian, ini perlu komunikasi serta perhitungan yang matang bersama.

Layanan air ini diutamakan kepada masyarakat yang tinggal dikawasan pesisir. Untuk masyarakat di darat pada umumnya sudah memiliki sumur pribadi. Selain itu, ada sumur galian dangkal sekitar 9 meter. Ini juga pembangunan Pemko pada 2008 lalu. Mampu menyuplai air ke masyarakat 0,5 liter per detik. Serta yang ke tiga sumur bor yang ada di belakang Kantor Camat Tanjungpinang dengan kecepatan yang sama.

”Kita membangun sumur bor satu lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar yang belum memiliki sumber air sendiri termasuk SMPN 11 Tanjungpinang,” terangnya. Tahun ini, juga akan memasang sekitar 100 selang sambungan air ke rumah warga sekitar.

Terkait pengelolaan, lurah membentuk sebuah tim yaitu Kelompok Pengguna dan Pemanfaat (KPP). Kelompok ini diisi oleh masyarakat atau RT dibantu pegawai kelurahaan.Setelah 2016 lalu, Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmasnyah meresmikan pengoperasian sumur bor di kawasan bawah, Kampung Bugis, tahun ini ada lagi satu pembangunan lagi.

Baca Juga :  Mau Motor Gratis, Beli Tanjungpinang Pos

Sesuai kotrak akan selesai Desember mendatang, melalui anggaran dari DAK pusat. Sama seperti tahun sebelumnya. Hanya saja nilai anggarannya lebih kecil, bila sebelumnya Rp 2,5 miliar maka tahun ini Rp 1 miliar lebih sudah lengkap dengan selang sambungan ke rumah-rumah warga.

Pembangunan sumur bor berada tepat di depan SMPN 11 Tanjungpinang. Hal ini dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya di Dinas PU Kota Tanjungpinang, M Irfan kepada Tanjungpinang Pos, saat di jumpai di runag kerjanya, Rabu (18/10).

Ia menuturkan, dari anggaran tahun sebelumnya, pihaknya telah menyelesaikan pemasangan pompa solar cell dan module solar cell, pemasangan listrik 2.200 watt serta saringan pressure sand filter 2,5 liter per detik. Ditambah pemasangan penangkal petir satu unit serta pemasangan 200 selarang disambungan lengkap dengan meteran di setiap rumah.

”Kini masyarakat sudah dapat menikmati air, jika ada alat rusak akan diperbaiki UPTD SPAM yang telah di bentuk awal bulan ini,” ungkapnya.

Terkait anggaran yang tersedia di UPTD SPAM memang belum besar, yaitu senilai Rp 100 juta. Meski demikian, pihaknya berkomitmen bila ada yang rusak segera memperbaiki. Sehingga pendistribusian air ke warga bisa lancar.

Warga hanya dikenakan biaya senilai Rp 2 ribu rupiah per kubik atau setara 5 drum air. Rata-rata per rumah membayar Rp 30 ribu per bulan. Dari dana yang terkumpul digunakan membayar petugas dan membantu biaya perbaikan.

Baca Juga :  Polres Tingkatkan Kamtibmas

”Dari iuaran air yang terkumpul baru cukup membayar para petugas yang mengoperasionalkan, jadi kalau ada yang rusak menggunakan dana yang tersedia di UPTD,” paparnya. Rencananya ke depan, pihaknya akan mengumpulkan masyarakat terkait pembahasan tarif. Meski demikian, ini perlu komunikasi serta perhitungan yang matang bersama.

Layanan air ini diutamakan kepada masyarakat yang tinggal dikawasan pesisir. Untuk masyarakat di darat pada umumnya sudah memiliki sumur pribadi. Selain itu, ada sumur galian dangkal sekitar 9 meter. Ini juga pembangunan Pemko pada 2008 lalu. Mampu menyuplai air ke masyarakat 0,5 liter per detik. Serta yang ke tiga sumur bor yang ada di belakang Kantor Camat Tanjungpinang dengan kecepatan yang sama.

”Kita membangun sumur bor satu lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar yang belum memiliki sumber air sendiri termasuk SMPN 11 Tanjungpinang,” terangnya. Tahun ini, juga akan memasang sekitar 100 selang sambungan air ke rumah warga sekitar.

Terkait pengelolaan, lurah membentuk sebuah tim yaitu Kelompok Pengguna dan Pemanfaat (KPP). Kelompok ini diisi oleh masyarakat atau RT dibantu pegawai kelurahaan. (DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here