Spanduk dan Baleho Dibatasi

0
499
Sekretaris DPD Golkar Tanjungpinang Untung Budiawan bersama dengan Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution.F-istimewa

Pemilu 2019, Tantangan Caleg Lebih Berat

Tantangan caleg di Pemilu 2019 sangat berat karena terbatasnya sarana untuk mengenalkan caleg kepada pemilih. Banyak aturan yang membatasi caleg melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

TANJUNGPINANG – ”Sebab aturan larangan pemasangan atribut kampanye di Tanjungpinang ini sangat luar biasa. Akibatnya masyarakat jadi kurang mengenal siapa bakal calon. Coba saja aturannya sama dengan di kota-kota besar lainnya. Saya lihat di Batam tidak seperti di Tanjungpinang,” kata Sekretaris DPD Golkar Tanjungpinang Untung Budiawan saat diwawancarai, kemarin di Tanjungpinang.

Menurut Untung, aturan yang ada saat ini tidak adanya spanduk untuk caleg yang dapat mempersulit masyarakat untuk mengenal caleg. Sehingga membuat caleg bekerja keras dalam mempromosikan dirinya kepada masyarakat.

Baca Juga :  Huzrin dan Ismeth Rebutan Gerindra

Kendati model sosialisasi sangat dibatasi aturan, namun Partai Golkar siap jadi pemenang peta politik dan penggerak bagi masyarakat.

”Dalam menghadapi pemilu, Golkar melakukan persiapan secara mendetail dari segi internal maupun eksternal yang berkaitan guna memahami peraturan yang telah ditetapkan PKPU, UU dan aturan Bawaslu agar caleg Golkar tidak bertindak sembarangan di lapangan,” kata Untung.

Untuk menghasilkan caleg handal, jelasnya, Golkar mengaktifkan penggerak teritorial desa (Karakterdes). Selain itu mereka juga melakukan pembenahan struktur organisadi di setiap dapil, perekrutan di luar partai dari tokoh-tokoh masyarakat sampai kader Golkar sendiri. Dari 30 caleg yang mengikuti pencalegkan di berbagai dapil dari perwakilan beberapa etnis.

Baca Juga :  Iskandarsyah Maju Meskipun Tak Bersama H Syahrul

”Dari dapil Barat dan Kecamatan Tanjungpinang Kota ada 10 calon, untuk Tanjungpinang Timur dengan 12 calon dan sisanya Bukit Bestari sebanyak 8 calon. Menurut hemat kami itu sudah memenuhi syarat yang diinginkan rakyat,” katanya.

Setelah mereka disahkan KPU, lanjut Untung, Golkar memberikan pembekalan terhadap caleg untuk dapat lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi inspirasi penggerak dalam masyarakat dengan cara sosialisasi. Golkar optimis untuk mendapatkan 7 kursi pada pileg tahun ini, sebab konsentrasi politik sekarang telah berbeda.

Jika dahulu Golkar berada di luar pemerintahan, sekarang Golkar sudah menjadi bagian pemerintahan karena memenangkan pilkada dengan menempatkan Rahma sebagai wakil walikota Tanjungpinang.(Sheilla – Lisa)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here