SPBUN Tak Memihak Kebutuhan Masyarakat

0
295
SPBUN yang berada di Desa Landak Kecamatan Jemaja yang sedang tutup diakibatkan tidak tersedian minyak. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Kini warga dan nelayan sudah bisa menikmati minyak Premium dan Solar, dengan harga standar sebab di Desa Landak Kecamatan Jemaja sudah tersedia SPBUN.

ANAMBAS – Namun, hal itu hanya untuk beberapa hari saja warga menikmatinya. Lain pihak banyak warga yang belum pernah merasakan minyak dengan harga normal.

Kini ketersediaan minyak di depot Pertamina tidak ada atau habis. Katanya, pengelola Pertamina dinilai belum maksimal dalam melayani pelayanan kebutuhan bagi warga yang membutuhkan minyak.

Anehnya, untuk para pengusaha dan pengecer minyak, selalu tersedia bahkan jumlah kebutuhan diberikan sangat prioritas.

Cukup disayangkan hal itu terjadi, mestinya warga yang diutamakan ketimbang pengusaha atau pengecer minyak lainnya.

”Sejauh ini tidak signifikan warga menikmati minyak, dengan harga normal yang dijual oleh pengelola Pertamina, kalau pengusaha atau pengecer minyak selalu diberikan lebih dari kebutuhan, “ujar Alizar selaku warga sekaligus anggota Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Landak Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas ketika ditemui, Senin (26/2).

Sejak dibuka Pertamina di desanya, ia belum pernah merasakan malah minyak dengan harga murah dan masih tetap saja warga membeli kepada pengecer ditepi jalan dengan harga mahal. Hal itu disebabkan, minyak yang ada di pertamina ketersediaannya sudah habis dan terlihat ditutup depot tersebut.

Untuk nilai harga yang dijual dan tertulis di papan di Pertamina, dengan diberi harga yakni minyak Premium Rp 6.450/liter, sedangkan minyak Solar Rp 5.150/liter. Akan tetapi, warga masih membeli minyak premium dan solar dengan harga lama.

Untuk Premium ukuran 35 liter dibanderol seharga Rp 215.000, dan jenis solar Rp 180.000 per jeriken ukuran 35 liter. Ia berharap, pertamina harus lebih profesional menjalankan usahanya dan harus lebih diprioritaskan warga ketimbang pengusaha atau pengecer lainnya.

Infonya pengusaha atau pengecer tidak dibatasi membeli minyak, ia tidak mempersoalkan itu, asalkan ketersediaan minyak untuk warga harus tersedia jika dibutuhkan. Artinya, ada dampak positif dibangun Pertamina di Jemaja yang dirasakan masyarakat.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here