Speed Terbalik, Sekeluarga Tewas

0
327
TIM gabungan mengangkat bangkai speedboat Puskel Anambas, Jumat (12/10). f-istimewa

Ombak besar diduga menjadi penyebab terbaliknya speedboat Puskesmas Keliling (Puskel) Anambas hingga mengakibatkan 5 dari 11 penumpangnya tewas, Kamis (11/10) malam di Perairan Batu Belah Kabupaten Anambas.

ANAMBAS – KORBAN tewas ini ada bapak dan anak serta ibu dan anak. Korban tewas adalah Izhar dan anaknya Najwa. Kemudian, Rohida dan anaknya Faril. Korban tewas kelima adalah Rindang Manullang Apoteker Nusantara Sehat dari Kemenkes yang bertugas di Puskesmas Siantan Timur.

Penumpang di kapal itu rata-rata masih keluarga kecuali Rindang yang baru pulang dari Pulau Nyamuk usai mengantar berkas pendaftaran CPNS dan simulasi CPNS.

Saat kejadian, empat korban tewas sudah ditemukan dan masih ada tiga penumpang yang hilang termasuk kapten speed Ibrahim. Jumat (12/10) kemarin, korban hilang ditemukan dan satu diantaranya sudah meninggal dunia yakni Rohida.

Sedangkan Eko yang merupakan suami Yuliana ditemukan selamat serta kapten juga selamat. Pencarian terhadap korban sudah dihentikan, sejak pukul 09.30 kemarin.

Tim gabungan pun sudah mengangkat bangkai speedboat dari dasar laut dan ditarik ke darat. Para korban dibawa ke Puskesmas Tarempa Kecamatan Siantan.

Eko, salah seorang penumpang yang selamat menduga kecelakaan itu sempat mengisahkan bagaimana kejadiannya ke Polres Anambas AKBP Junoto. Menurut Eko, tenggelamnya speedboat tersebut disebabkan arus kuat di perairan laut di wilayah Air Etang depan Desa Batu Belah cukup kencang.

Sehingga, saat speedboat Puskel berlayar, posisinya oleh dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kapal pun terbalik dan penumpang panik. Para penumpang yang selamat karena mereka bisa keluar dari speed yang kondisinya sudah terbalik.

”Kejadiannya sangat cepat dan dugaan sementara akibat arus perairan laut sangat kencang. Saat ini kita terus malakukan pengumpulan data-data dan melakukan investigasi,” kata Junoto dalam press rilisnya kepada sejumlah wartawan, Jumat (12/10).

Puskel itu berangkat dari Pelabuhan Tarempa Kecamatan Siantan menuju ke Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur. Adapun penumpang yang ada di puskel tersebut berjumlah 10 orang ditambah 1 orang kapten speed Puskel. Jumlah keseluruhan 11 orang.

Lima orang yang tewas itu adalah Izhar (PNS Puskesmas Nyamuk), Najwa anak perempuan (6 tahun) dari Izhar, sedangkan Faril (laki-laki) umur 6 tahun anak dari Eko meninggal dunia juga dan Rindang Meirsa perawat Puskesmas Siantan Timur serta Yuliana istri Eko.

Sedangkan korban selamat yakni Eko (PNS Puskesmas Nyamuk), Sari (PTT Puskesmas Nyamuk), Yuliana (istri Almarhum Izhar) Patra anak laki-laki almarhum Izhar (3 tahun), Ibu Almarhum Izhar serta Ibrahim (Kapten Kapal Puskel).

Menurut informasi di lapangan, tiga korban meninggal yakni Izhar, Faril dan Najwa telah diserahkan ke keluarga di Siantan Timur. Sedangkan korban meninggal atas nama Rindang Meirsa hari ini diterbangkan ke rumah duka di Jakarta menggunakan pesawat.

”Sejumlah korban meninggal dunia sudah disemayamkan dan diberangkatkan ke rumah duka di Jakarta. Lainnya masih di rawat di Puskesmas Tarempa. Kapten kapal sudah ditemukan dan diamankan oleh tim Polri,” terang Junoto.

Sedangkan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris mengatakan, ketika berada di Puskesmas Tarempa meninjau langsung para korban, ia turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban baik yang meninggal dunia maupun yang selamat.

Ia juga menerangkan bahwa jenazah apoteker yang ditugaskan dari Kementerian Kesehatan untuk Anambas akan dipulangkan ke rumah duka di Jakarta. ”Pemda dan pihak perusahaan Migas akan bekerjasama untuk memulangkan jenazah atas nama Rindang Meirsa sebagai petugas Apoteker yang meninggal dunia di musibah tersebut,” kata Haris.

Saat mendapat informasi terkait kejadian ia langsung memerintahkan Kepala Bakesbangpol serta Kepala Satpol PP agar dapat melakukan pencarian dan melakukan penyelamatan para korban tentu dibantu dari sejumlah institusi TNI dan Polri.

”Semua bekerja sama yang baik. Kita kan tidak tahu akan terjadi musibah. Untuk itu saya tidak pernah bosan-bosannya mengimbau agar dapat lebih waspada ketika hendak melakukan perjalanan lalu lintas di laut,” tuturnya.

Speedboat puskesmas keliling yang tenggelam di Anambas berada pada posisi 03°10.391′ N 106°19.003′ E, Kamis (11/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Lokasi kejadian berada sekitar 6,3 nautikal mil, dengan waktu tempuh 30 menit dari Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Anambas.

Awalnya dilaporkan yang hilang sebanyak 2 orang termasuk nakhoda kapal. Namun setelah SAR mengkonfirmasi korban hilang hanya satu orang. Lima orang dinyatakan meninggal dan enam orang selamat.

Speedboat puskesmas keliling bertolak dari Pelabuhan Tarempa menuju Pulau Nyamuk. ”Diduga akibat cuaca buruk, sehinga mengakibatkan insiden tenggelamnya speedboat tersebut,” informasi dari Basarnas Natuna.

Kapal Puskel ini membawa penumpang, Rindang Melisa (27 tahun), Varendra Pradipta (1,8 tahun), Izhar (30 tahun), Najwa (5,9 tahun), Yuliana (31 tahun), Eko (33 tahun), Sari Devi (22 tahun), Fatra (3 tahun), Kartini (52 tahun), Ibrahim (45 tahun) dan Rahida alias Zurai (25 tahun).

Yang turut serta melakukan pencarian malam setelah kejadian dengan menggunakan kapal Anambas yakni, Sekda Kab Anambas, Sahtiar, Kepala Kesbang Bakesbangpol, Kabag Umum Pemkab Anambas, Kapolsek Siantan, AKP Jefri Syam serta Tim SAR Anambas.

Pencarian malam itu dilakukan hingga pukul 03.00 WIB dan dilanjutkan kemarin pagi. Untuk kejadian laka laut tersebut di ketahui warga sekira pukul 22.00 WIB.

Kemarin di Jakarta, Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang tewas.

Adapun rundown acara penyerahan jenazah Rindang Melisa, S.Farm, Apt, pukul 16.30 WIB Menkes tiba di VIP Bandara Halim PK (bandara komersil). Pukul 16.46 WIB pesawat landing dan Menkes tetap di VIP.

Pukul 17.00 ambulans jenazah tiba di lapangan parkir VIP. Pukul 17.05 pengeluaran setengah peti jenazah dari ambulans. Pukul 17.10 sambutan Dinkes Provinsi Kepri sekaligus menyerahkan jenazah ke Kemenkes diterima secara simbolis oleh Menkes.

Pukul 17.20 sambutan Menkes sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga. Pukul 17.35 WIB sambutan pihak keluarga. Pukul 17.45 penyerahan santunan sebesar Rp 116.172.000 oleh Menkes ke pihak keluarga.(INDRA-SUHARDI-ROBBY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here