Speedboat Dimodifikasi, Tanjungpinang Jadi Sasaran

0
1110
TKI ILEGAL: Para TKI ilegal yang diamankan Lantamal IV. f-istimewa/humas lantamal iv tanjungpinang

Ketika Jalur Pemulangan TKI Ilegal Berubah di Kepri

Setelah aksi pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia ke Batam ditangkapi petugas, para ‘pemain’ memindahkan lokasinya ke Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – HANYA saja, aksi para pelaku yang kerap bekerja dinihari itu tetap tercium Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang. Saat membawa 29 orang TKI ilegal ke Tanjungpinang, aksi mereka diketahui WFQR Lantamal IV Tanjungpinang dan berhasil menangkapnya. Ke-29 TKI ilegal tersebut diamankan di Sei Ladi Senggarang, Minggu (27/8) dinihari sekitar pukul 01.00. Mereka diamankan saat hendak masuk ke bus.

Rupanya, tekong speedboat beserta 3 Anak Buah Kapal (ABK) yang membawa TKI sempat kabur ke arah Batu 8. Satu jam kemudian, petugas berhasil mengamankan tekong dan ABK-nya. Komandan Lantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno mengatakan, peristiwa itu berawal, Sabtu (26/8) sekitar pukul 17.00. Tim Intel Lantamal IV memperoleh informasi terkait aktivitas pendaratan TKI ilegal yang semula hendak didrop di Batam dan dialihkan ke perairan Senggarang Tanjungpinang tepatnya di perairan Sungai Carang dan Sungai Ladi.

Tekong menggunakan speedboat yang sudah dimodifikasi dengan mesin berkecepatan tinggi untuk mengangkut TKI ilegal tersebut dengan harapan akan lolos dari pantauan TNI AL. Menurutnya, saat ini ada perubahan modus operandi yang dilakukan oleh para penyeludup TKI ilegal. Semula mereka menggunakan daerah Batam khususnya wilayah pesisir yang minim pengawasan aparat, namun saat ini mereka bergeser ke wilayah Tanjungpinang untuk mendaratkan TKI ilegal dari luar negeri demi menghindari petugas. ”Sekarang mereka pindah ke Tanjungpinang untuk mendaratkan para TKI ilegal. Namun, hal tersebut sudah kita antisipasi,” katanya.

Baca Juga :  PAD Tak Tercapai, Tunjangan Terancam

Danlantamal menjelaskan, bahwa pada pukul 17.30 speedboat yang telah diincar tim Intel tersebut keluar dari lokasi sandar di daerah Sei Jang, kemudian tim WFQR IV melaporkan informasi tersebut kepada Asintel Danlantamal IV dan diteruskan kepada Danlantamal IV. Setelah diadakan pengintaian, sekitar pukul 18.00, Asintel Danlantamal IV memerintahkan anggota WFQR Lantamal IV untuk melaksanakan penyekatan untuk mempersempit ruang gerak mereka.

Dari informasi yang diperoleh, para pelaku disinyalir terkenal sangat licin dan sangat menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang. ”Apalagi bergerak pada malam hari mereka sangat piawai, hal ini disinyalir diotaki pemain lama TKI sehingga anggota Tim WFQR IV di lapangan harus bergerak cepat, karena apabila lengah sedikit saja, para pelaku pasti lolos,” sebutnya.

Aksi perburuan dibagi dalam dua tim yaitu tim darat dan tim laut. Tim laut menggunakan Patkamla Paku dan diperkuat tim Intel WFQR IV. Sedangkan tim darat terdiri dari 4 orang personel Intelijen. Sekitar pukul 21.00 tim WFQR IV sudah menempati daerah penyekatan. Sementara tim darat berada di Sungai Ladi Senggarang dan Sungai Carang Senggarang. ”Tim laut berada di perairan Senggarang berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku kembali melarikan ke arah laut,” jelasnya.

Baca Juga :  Judulnya Kepanjangan

Selanjutnya dini hari sekitar pukul 01.00 tim laut mendeteksi pergerakan speedboat yang menjadi target. Saat melintas di perairan Senggarang langsung melaksanakan pengejaran speedboat yang jadi target. Sementara tim darat yang sudah bersiaga melihat gelagat mencurigakan sebuah bus yang diduga bekerja sama dengan sindikat TKI ilegal langsung diikuti. Setelah mendekati bus itu, di dalamnya terdapat para TKI ilegal.

Tim laut terus melaksanakan pengejaran target. Setelah tiba di perairan Sungai Ladi, tim melaksanakan penyergapan. Namun, tekong speedboat tersebut piawai dan kembali kabur setelah berhasil mendaratkan seluruh TKI. Kemudian tim laut terus melaksanakan pengejaran hingga di perairan Sei Jang. Sementara tim darat WFQR IV berhasil mengamankan 29 orang TKI. Selain itu tekong yang berhasil kabur sekitar pukul 02.00 berhasil ditangkap di tempat persembunyianya di Batu 8 oleh tim Intel Lantamal IV.

Tidak hanya itu, diamankan juga satu unit bus sewaan dengan BP 7058 TU yang akan mengangkut TKI tersebut sebagai barang bukti. Hanya berselang beberapa waktu speedboat yang sempat melarikan diri usai mendaratkan 29 TKI tersebut pada pukul 02.15 ditemukan tim WFQR Lantamal IV di sekitar perairan Sei Jang namun kondisi speedboat sudah kosong dan sudah dikandaskan. Selanjutnya diamankan petugas sebagai barang bukti.

Baca Juga :  Koramil Binut Goro Bersama Warga Desa Lancang Kuning

Sampai saat ini ke 29 orang TKI, satu tekong dan 3 ABK telah diamankan di Mako Lantamal IV. Dari hasil pemeriksaan sementara, para TKI berasal dari beberapa daerah seperti Lombok (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Jambi, Lampung, Bugis dan Aceh. Selain itu barang bawaan TKI tidak luput dari pemeriksaan petugas. Namun, sampai saat ini tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti narkoba. Selain itu dilaksanakan juga pemeriksaan kesehatan dan tes urine kepada para TKI dan ABK oleh Diskes Lantamal IV.

Dari pengakuan TKI, umumnya mereka masuk ke Malaysia melalui jalur tidak resmi dari Batam dan Tanjung Balai Karimun melalui Port Klang, Johor dan Kuala Lumpur. Mereka pada umumnya pekerja kasar di Malaysia yang masuk tanpa Permit dan tidak ada yang melalui BPTKI.
Usai melaksanakan koordinasi Lantamal IV dan pihak BP3TKI, terkait tindaklanjut terhadap para TKI ilegal tersebut diserah terimakan dari Lantamal IV kepada BP3TKI Tanjungpinang.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here