Speedboat Habis Bensin Saat Dikejar

0
2595
DIAMANKAN: Speedboat bermuatan ponsel diamankan tim Patroli Bea dan Cukai dari DJBC Kepri, kemarin.f-istimewa

bc karimun amankan ponsel ilegal asal singapura

Jika tak kehabisan bensin, kemungkinan ponsel ilegal asal Singapura sudah beredar di pasaran domestik. Untungnya, speedboat pengangkut ponsel ilegal itu habis bensin di tengah perjalanan dan berhasil ditangkap Bea Cukai (BC) Karimun di perairan Batam, Kamis (7/12) dinihari.

KARIMUN – SATU unit speedboat bermuatan ponsel ilegal tanpa nama tersebut ditangkap DJBC Khusus Kepri-Karimun di perairan Pulau Jaloh dengan Tanjung Pelanduk, Kepri.

”Benar, kami mencegah satu unit speedboat dengan mesin 5 unit diduga bermuatan handphone. Merek dan jumlahnya belum dapat kami sebutkan saat ini. Sedang dilakukan bongkar muatan dan penghitungan,” ujar Roesmanhadi, Kakanwil DJBC Khusus Kepri, kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (7/12) sore via ponselnya.

Baca Juga :  Agung, Suami Rahma Terpilih Jadi Ketua Peradi

Speedboat tanpa nama itu adalah merek Mercuri 5×250 PK berwarna atas biru gelap dan bagian bawah warna hijau laut. Diduga pemilik barang, berinisial Sln bermukim di Pulau Terung, Batam.

Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) 5 orang turut diamankan. Barang diduga kuat berasal dari Singapura dan hendak dibawa ke Tembilahan dan Kuala Tungkal, Riau.

Kronologi penangkapan pada pukul 02.30 WIB di perairan antara Pulau Jaloh dan Tanjung Pelanduk Batam. Speedboat tanpa nama itu dikejar tim patroli Kanwil DJBC Kepri.

Baca Juga :  Tiga Bulan, Ekspor Kepri Rp 41 T

Pada saat proses pengejaran, speedboat tersebut mengalami masalah di bagian mesin karena kehabisan bahan bakar. Saat mesin trouble, kru speedboat membuang sebagian muatan ke laut dengan harapan, jika beban dikurangi, maka kecepatan speedboat bisa bertambah.

Sekitar pukul 06.30 WIB, sasaran dapat ditegah dan ditangkap oleh SB.Patroli Kanwil DJBC Kepri. Speedboat ini kemudian ditarik ke TanjungbBalai Karimun untuk pengembangan lebih lanjut.

Biasanya, speedboat tersebut transit dulu di pulau tertentu untuk mengisi bahan bakar minyak, namun sebelum sampai ke pulau untuk mengisi bahan bakar, posisi speedboat sudah diketahui petugas dan langsung mengejarnya. Saat dikejar, bahan bakarnya habis.

Baca Juga :  40 Desa di Kepri Status Tertinggal

Penangkapan ponsel bukan kali ini saja. Sebagai daerah maritim, aksi kejahatan seperti ini kerap terjadi. Lantamal Batam misalnya, berhasil mengamankan sekitar 6.960 unit ponsel merek Xiaomi, Selasa (7/11) sore lalu. Ponsel ini juga dibawa dari Singapura. Ribuan ponsel itu dikemas dalam 348 dus. Setiap dus berisi 20 unit hape. Penyelundupan itu mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 7 M.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here