Spirit Kepahlawanan Kepemimpinan Pemuda untuk Indonesia

0
635
Novia Agustina

Oleh: Novia Agustina
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Mungkin banyak di antara kita yang telah melupakan sakralnya hari Pahlawan 10 November. Bahkan kita pun cenderung alpa untuk memperingatinya. Pada hal tanggal 10 November ini memiliki makna yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Tanggal itu adalah waktu dimana babak peristiwa bersejarah dimulai.

Sebuah pertempuran sengit antara rakyat Surabaya melawan melawan Sekutu dan kroni-kroninya sedang digelar. Pertempuran yang mengorbankan beribu nyawa terutama dari rakyat Surabaya yang digempur dari darat, laut, dan udara. Ini merupakan peristiwa yang terjadi di negeri ini. Nyawa yang melayang, jiwa yang hilang, adalah bukti kegigihan rakyat Surabaya berjuang mempertahankan kemerdekaan dari rong-rongan penjajah dengan bermodalkan bambu runcing untuk melawan sekutu.

Sayangnya, pemaknaan kepahlawanan masih sebatas simbol bagi generasi muda. Pengaruh globalisasi, modernisasi dan westernisasi sedikit banyak berpengaruh negatif bagi pembentukan karakter bangsa Indonesia. Karakter yang buruk telah bersemadi dalam diri kita yang hanya memikirkan hal-hal yang serba material dan fisikal saja.

Baca Juga :  Kandidat, Gagasan dan Pemilukada Tanjungpinang

Jabatan, kedudukan, uang, harta dan segala sesuatu yang mendatangkan keuntungan dan kesenangan dalam diri, itulah yang menjadi titik fokus dan perhatian kita saat ini. Begitu banyak problem-problem bangsa ini seperti kemiskinan, anak-anak terlantar, pengangguran, korupsi, aksi-aksi penggusuran, serta problem lain yang sangat meresahkan bangsa. Tetapi kita masih sibuk membangun istana mewah, megah dan kejayaan diri (self glory). Rakyat kecil semakin amburadul karena semakin banyaknya problem-problem dalam kehidupan. Mereka semakin sesak yang sangat mencekam dengan keadaan zaman yang tidak memberi sedikit ruang atau rasa kenyamanan sedikitpun. Sudah saatnyalah elit politik dan pemimpin negeri ini berhenti berbicara mengenai diri sendiri.

Baca Juga :  Pendidikan di Persimpangan

Dan pada akhirnya setiap zaman akan melahirkan generasi mudanya masing-masing. Semua ada eranya dan setiap era ada masanya. Disinilah seharusnya peran sebagai generasi muda berjalan dan tak pernah putus dari sejarah bangsa ini. Tugas generasi muda saat ini harusnya memberi makna baru bagi kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan mengikuti perkembangan zaman. Serta mengubah pola pikir kita menjadi kritis terhadap problem-problem yang ada di negeri kita tercinta.

Kita sebagai generasi muda harus mengisi kemerdekaan ini dengan menggali potensi-potensi yang ada di dalam diri kita sehingga kita mampu berkarya dan bersaing secara sehat membangun bangsa Indonesia ini. Kita harus bersama-sama mengembalikan jati diri bangsa Indonesia. Karena untuk melakukan hal tersebut semakin berkembangnya zaman semakin besar pula tantangannya.

Momentum peringatan hari pahlawan yang sangat bersejarah ini diperingati setiap tahun untuk menjadi pemicu semangat yang menggelora untuk membangkitkan rasa nasionalis medan patriotisme generasi muda. Tanggungjawab besar ada di tangan kita. Kita tidak perlu menjadi sosok orang lain, tetapi tetaplah menjadi diri kita sendiri yang mampu bangkit dengan cara kita sendiri dan selalu berpedoman pada cara berjuang para pahlawan Indonesia. Seperti kata Bung Karno “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”.

Baca Juga :  Menilik Investasi Jembatan Babin dan Tanjungsauh

Mari kita meniru semangat juang para pahlawan yang telah gugur dengan berkontribusi terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Semoga momentum Hari Pahlawan kali inimembawa angin segar sehingga membangkitkan kembali semangat para generasi muda saat ini. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here