SSB Bintan Muda Rindu dengan Kompetisi

0
1021
TURNAMEN: Aris pelatih SSB Bintan Muda, bersama pemainnya saat mengikuti turnamen Danone 2017 di Palembang. F-Istimewa/bintan muda

KIJANG – Semangat klub untuk membangkitkan sepak bola di Pulau Bintan, selalu naik turun. Biasanya, klub akan berlatih optimal ketika ingin menghadapi satu kompetisi tarkam.

Maklum, liga resmi tak pernah bergulir secara rutin di Provinsi Kepri, sampai lahirnya 757 Kepri Jafa FC di divisi utama (Liga 2) Indonesia sekarang.

Meski suhu sepak bola naik turun, Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintan Muda tak ambil pusing. Latihan dan pembinaan terus dilaksanakan.

Mumpung semangat sepak bola di kalangan anak usia muda di Kijang, Bintan Timur terus tumbuh. Saat ini, SSB Bintan Muda sudah melatih hampir 150 pemain. Mulai dari kelompok usia dini U-8 tahun, U-10, U-12, U-14, U-16, U-18 sampai dengan senior.

Tak heran jika waktu yang diperlukan SSB Bintan Muda untuk berlatih di lapangan GOR Demang Lebar Daun Kijang, tidak mencukupi. Jumlah pemain usia dini hampir 150-an orang, SSB Bintan Muda hanya mendapat waktu latihan Selasa sore, Kamis sore dan Minggu pagi.

”Waktu latihan 3 kali seminggu itu, kurang untuk melatih anak-anak kami. Kami berharap bisa ditambah lagi waktunya, untuk penggunaan lapangan di Kijang ini,” kata Haris, pelatih SSB Bintan Muda, sebelum melakukan uji coba tanding SSB Bintan Muda U-16 vs PSGL Gunung Lengkuas, Bintan, Jumat (10/2) kemarin.

Bagi Haris, saat ini semangat sepak bola di Bintan sangat rendah. Tidak hanya klub senior di setiap kecamatan yang minim, dalam melakukan pembinaan sepak bola. Di kalangan SSB, juga mengalami kemunduran.

Saat ini kurang lebih hanya lima SSB yang masih rutin menjalankan pembinaan anak usia dini. Sebelumnya ada SSB di Bintan Lagoon Lagoi, yang cukup andal para pemainnya. Tapi, sudah tidak aktif lagi.

”Kami sangat rindu dengan kompetisi sepak bola tingkat umur. Bagaimana bisa kita mendapatkan pemain profesional, kalau tidak dimulai dari pembinaan usia dini melalui SSB. Kompetisi tingkat umur yang harus menjadi perhatian PSSI di masa sekarang,” ujar Haris.

Haris menyambut baik dengan hadirnya klub 757 Kepri Jaya FC, yang dikabarkan akan berlaga di divisi utama Indonesia, Maret mendatang. Klub ini, kata Haris, bisa menampung pemain berprestasi dari SSB yang ada di Kepri.

”Untuk seleksi pemain lokal Minggu (12/2) besok, ada 5 pemain kami yang ikut seleksi. Semoga ada yang lolos menjadi pemain 757 Kepri Jaya FC ini. Kami juga berharap digulir liga nusantara di Kepri ini. Sehingga PS Bintan, PSTS Tanjungpinang dan klub lainnya bisa berlaga di kompetisi resmi,” demikian diharapkan Haris. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here