SSB PSTS Perlu Dukungan ’Bapak Asuh’

0
378
PEMAIN USIA DINI: Pemain usia dini dari kelompok pelajar mengikuti kompetisi tingkat umur di lapangan Sulaiman Abdullah, Tanjungpinang, belum lama ini. f-yendi/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – PENGURUS PS Jurnalis menaruh harapan kepada klubu PSTS Tanjungpinang, untuk mengembangkan Sekolah Sepak Bola (SSB) di ibu kota Provinsi Kepri ini. Namun, SSB PSTS perlu dukungan dari ’bapak asuh’.

”Tak ada yang meragukan betapa bagusnya prestasi PSTS Tanjungpinang. Kini lah saatnya kita menatap prestasi sepak bola ke liga profesional, dan pembinaan usia dini. Saya menaruh harapan besar kepada PSTS, untuk mendirikan dan menjalankan SSB yang profesional,” kata Jailani, pengurus PS Jurnalis Kepri, Kamis (2/11) kemarin.

Menurut Jailani, PS Jurnali juga merupakan satu klub yang kuat dan berkualitas. Tapi untuk mengelola satu SSB, tidak semudah membalikan telapak tangan. Mungkin hampir sama dengan klub-klub sepak bola yang lain.

”Tapi sekarang ini, sepak bola sudah memasuki era kelompok umur. Kita bisa menyaksikan Egy Maulana dan kawan-kawan, yang membawa nama Timnas U-19 Indonesia. Mereka menjadi pemain hebat, karena dibina dari SSB atau akademi sepak bola,” jelasnya.

”Kalau di Tanjungpinang, saya rasa PSTS yang mampu mengembangkan SSB ini,” ujarnya.

SSB, lanjut Jailani, memiliki sasaran kompetisi yang jelas di pertandingan resmi. Mulai dari pertandingan Piala Soeratin U-15, U-17, kelompok U-23 untuk Liga 3 Indonesia, sampai dengan liga 2 dan 1 Indonesia yang sudah mencapai tingkat profesional. ”Kalau ada SSB, kita tidak bicara tarkam lagi. Kami mendorong agar PSTS menjalankan pembinaan melalui SSB ini,” harap Jailani.

Dalam mengembangkan SSB, Jailani berharap, Pemko dan pihak swasta yang ada di Tanjungpinang memberikan dorongan moril dan materil. Karena, mengelola sepak bola itu memerlukan dana yang besar. Pemko dan perusahaan mesti menjadi ’bapak asuh’ untuk SSB yang didirikan PSTS Tanjungpinang ini. Sama seperti PS Bintan, yang didukung oleh PT Bintan Resort Lagoi.

”Saya yakin, pembina maupun pengurus PSTS Tanjungpinang sekarang, memerlukan dorongan dari bapak asuh ini. Kita jangan memandang klub PSTS ini milik siapa, maupun pengurusnya siapa. Tapi, kita jadikan PSTS adalah klub kita bersama,” jelasnya.

Menurutnya, Pemko bisa mengarahkan perusahaan swasta di Tanjungpinang ini, untuk mengalokasikan sebagian dana CSR atau dana kepedulian terhadap sosial itu. Di pihak lain, pengurus PSTS juga harus membangkitkan SSB secara baik. ”Mulai dari sekarang lah, dirikan SSB PSTS itu. Kami dan warga menaruh harapan itu, untuk pembinaan sepak bola usia dini,” tutup Jailani.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here