Staf Khusus Gubernur Cuma Habiskan Anggaran

0
195
DARI kiri ke kanan, anggota DPRD Kepri Syukri Fahrial , Abdul Rahman dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di salah satu acara, belum lama ini. f-istimewa/humas dprd kepri

DOMPAK – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Rahman Lc kembali mengkritisi keberadaan staf khusus Gubernur Kepri H Nurdin Basirun yang dianggap hanya sebatas pemborosan anggaran saja.

Pihaknya meminta Gubernur untuk meninjau dengan tegas keberadaan staf khusus tersebut.

Saat ini, terdapat 10 orang staf khusus Gubernur yang dianggap tidak efektif dan hanya menghabiskan anggaran. Sehingga, dirinya meminta agar Gubernur mengevaluasi keberadaan staf khusus tersebut.

”Selama ini saya dan teman-teman di DPRD berpendapat, staf khusus yang dipilih oleh Gubernur, hanya untuk membalas jasa saja. Walaupun kita tidak tahu jasanya seperti apa. Jadi ini tidak efektif,” ujarnya, Senin di Kantor DPRD Kepri.

Adapun para staf khusus tersebut di antaranya Herizal Hood, Saidul Kudri, Chaidar Rahmat, Said Sirajudin, Hasibuan, Imanuel Purba, Azhar Hasyim, dan Razaki Persada.

Selama ini, lanjut politikus PKS Kepri itu, kehadiran staf khusus tersebut belum memberikan kontribusi positif khususnya terhadap Pemerintah Provinsi Kepri. Padahal kata dia, alokasi anggaran untuk membayar gajinya cukup besar.

”Walaupun itu (pengangkatan stafsus) menjadi hak gubernur tapi hendaknya orang-orang yang dipilih tetap harus punya kontribusi yang jelas,” sarannya.

Saat ini berbagai persoalan yang dianggap masih menjadi pekerjaan utama yang harus dituntaskan Pemprov. Pertama persoalan minimnya lapangan kerja, persoalan rendahnya investasi, bahkan daya saing sektor industri semakin merosot.

Paling tidak, kehadiran staf khusus ini, mampu memberikan ide dan gagas yang positif kepada Gubernur untuk mengubah pola pembangunan Kepri di sisa masa jabatannya ke depan. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here