STAI MU Gelar Lokakarya Peningkatan Kemampuan Teknologi

0
195
Narasumber dan panitia foto bersama Wakil Ketua STAI MU.

TANJUNGPINANG– Era revolusi industri 4.0 menuntut semua elemen untuk menerapkan semua kegiatan pada pola digital. Demikian pula dengan STAI Miftahul Ulum yang gencar dengan methode pengajaran dan administrasi yang mesti mengikuti tren.

“Perguruan tinggi yang tepat dalam menggunakan tren teknologi tentu akan lebih cepat berkembang. Ini menjadi tantangan bagi para dosen, staf dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kualifikasi dan kompetensi agar kualitas perkuliahan searah dengan Era revolusi industri 4.0,” kata Wakil Ketua 1 STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang saat membuka lokakarya peningkatan kemampuan teknologi para dosen, staf dan mahasiswa STAI MU, Jumat (11/1/2019).

Kata Suhardiman, teknologi dibuat untuk memudahkan semua aktivitas manusia. Pesatnya kemajuan harus digunakan untuk hal bermanfaat. Menghadapi tantangan di revolusi ini, sudah sewajarnya pengajaran dan sistem administrasi di perguruan tinggi dituntut untuk berubah. Era revolusi industri 4.0 ini juga membuat profesi dosen semakin kompetitif.

“Dengan pelatihan ini, tentu saja harapan kita agar kinerja tenaga kependidikan dan staf dan mahasiswa STAI MU Tanjungpunang menjadi lebih efisien dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Setelah ada lokakarya ini, kita akan upayakan untuk menggelar pelatihan-pelantikan lanjutan serta ada tindak lanjut dari pelatihan yang diikuti,” harap Suhardiman.

Hal serupa juga dikatakan Wakil Ketua III STAI MU, Nazaruddin menyebutkan lokakarya tentang peningkatan dalam komputerisasi merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan saat ini. Intelegensi Artifisial atau kecerdasan buatan sudah saatnya digunakan. Kecerdasan manusia kini mesti didukung dengan suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. “Masing-masing sudah mesti mampu mengoperasikan kemampuan sistem mesin untuk menafsirkan data eksternal dengan benar. Selain pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas peserta, juga sebagai upaya agar metodologi yang digunakan di kampus lebih mudah terintegrasi,” sebut Nazarudgin.

Pada lokakarya yang digelar di Aula STAI MU itu menghadirkan pemateri M.Khasim ST dan pesertanya para dosen, staf dan mahasiswa. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh peserta lokakarya untuk menggali informasi tentang kendala-kendala dalam penerapan komputerisasi. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here