STAIN-Sar Kepri Ikuti Ajang PIONIR-PTKIN

0
217
KONTINGEN dari Kampus STAIN-Sar Kepri foto bersama sebelum bertolak ke Malang mengikuti PIONIR-PTKIN. F-ISTIMEWA/tanjungpinang pos

BINTAN – Tim dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN-Sar) Kepulauan Riau (Kepri), turut serta di ajang Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-IX.

Kegiatan itu berlangsung di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim di Malang mulai tanggal 15 hingga 21 Juli 2019 mendatang.

PIONIR ke-IX ini, diikuti mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), di bawah naungan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Aris Bintania, MAg mengatakan, keikutsertaan ini merupakan kali pertama, sejak diresmikan menjadi kampus negeri.

PIONIR dilaksanakan secara multi-event, yang diselenggarakan dua tahun sekali dengan maksud memberikan pembinaan dan mencari mahasiswa unggul. Mulai dari prestasi akademik, maupun keolahragaan dan seni serta memperkuat silaturahmi antar PTKIN di seluruh Indonesia.

Ia menuturkan, adanya PIONIR diharapkan semakin suburnya kajian ilmiah ke Islaman dan riset mahasiswa yang semakin kreatif dan kompetitif.

Sehingga, ke depannya akan menghasilkan temuan-temuan baru (inovasi) yang berguna untuk masyarakat.

Aris Bintania turut melepas peserta PIONIR yang mewakili Kampus STAIN-Sar, Jumat (12/7) pekan lalu di kampus yang beralamat Jalan Lintas Barat KM. 19, Ceruk Ijuk, Kabupaten Bintan.

Ada pun lomba yang diikuti STAIN-Sar Kepri yakni Puitisasi Alquran (Putri), Musabaqah Karya Tulis Alquran (Putra), Musabaqah Tilawah Quran (Putra), Musabaqah Tilawah Quran (Putri), Musabaqah Hafiz Alquran (Putra), Kaligrafi (Putra) dan terakhir Sepak Takraw.

M. Tedy Rahardi, SE.,M.H.I selaku ketua kontingen STAIN-Sar Kepri mengatakan, mahasiswa STAIN-Sar Kepri yang ikut berkompetisi akan diberangkatkan pada hari Minggu (14/7) melalui Bandara Hang Nadim di Batam menuju UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Beliau juga memastikan, kondisi mahasiswa yang akan berangkat dalam kondisi sehat.

“Diajang PIONIR ke-IX ini memang kampus kita bungsu. Tetapi dari segi pengalaman dan prestasi, mahasiswa kita sudah banyak diraih tingkat Nasional seperti PIOS, IPPBMM dan masih banyak lagi, tegasnya.

Ia pun berharap, mahasiswa yang berkompetisi agar menjadikan ajang PIONIR ini bukan hanya sekedar unjuk kebolehan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan jati diri kampus kita yaitu Keislaman, Keilmuan dan Kemelayuan. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here