STAIN-SAR Lirik Kampus Malaysia

0
196
SUASANA daring penutupan KKN bersama antara STAIN-SAR Kepri dan kampus UTHM Malaysia, kemarin.F-Istimewa

BINTAN – Pihak Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN-SAR) Kepulauan Riau kedepannya akan terus mengembangkan kerja sama dengan beberapa kampus di Malaysia.

Hal ini disampaikan Ketua STAIN-SAR Kepri, DR Muhammad Faisal pada
penutupan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama kampus di Malaysia yakni Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) melalui daring, kemarin.

Ia merasa berbangga terselenggaranya kegiatan KKN bersama itu. Ia pun memuji pihak
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAINSAR yang sudah berupaya, dalam mewujudkan kegiatan KKN bersama kampus asal Malaysia itu.

”Mantap P3M. Nanti kita rancang lagi dengan kampus asal Malaysia, untuk berkolaborasi dalam kegiatan penelitian dan juga akademik. Sehingga, lebih jauhnnya akan ada
dosen kita yang mengajar di Malaysia demikian juga sebaliknya. Serta ada mahasiswa yang mengambil beberapa mata kuliah di Malaysia sesuai konsep Kampus Merdeka. Kondisi sekarang sudah bisa online semua. Nanti kita bincangkan lagi. Mereka lagi
semangat jalin kerjasama,” ungkap Dr Muhammad Faisal.

Baca Juga :  Himanegara Kaji Kemaritiman untuk Optimalkan Pembangunan

Kepala P3M Doni, Septian, MIP mengaku akan terus memperbaiki segala kekurangan dari program KKN yang sudah dijalani.

Baik itu KKN lokal maupun KKN bersama dengan kampus luar negeri seperti UTHM Malaysia.

”PR bagi kami. Pertama dari P3M dan panitia dalam persiapan. ke depan untuk
lebih dimatangkan lagi konsep KKN nya, baik dari pembekalan kepada panitia,
DPL dan juga peserta. Tujuanya, agar tidak menimbulkan perbedaan pemahaman atas penerapan konsep KKN dengan menggunakan metodologi pengabdian,” ucapnya.

Disebutkan, dari sisi akademik perlunya memasukkan mata kuliah metodologi pengabdian dalam mata kuliah. Tidak hanya metodologi penelitian saja
seperti selama ini, karena keduanya berbeda dari sisi dan fokus penerapan di
lapangan.

Baca Juga :  5 Mahasiswa Stisipol Kuliah di Malaysia

Selain itu, fokus penelitian lebih kepada masyarakat sebagai objek. Selama ini fokus pengabdian masyarakat sebagai subjek. Sehingga, mahasiswa penting untuk
diberikan pemahaman dan ajarkan dalam penggunaan kedua hal tersebut.

Jika tidak, maka disayangkan kegiatan yang dilakukan hanya sebatas pada
formalitas saja, tidak terukur dengan baik secara akademik.

Ketiga, lanjut dia, wabah yang tidak bisa diduga ini pun menjadi pembelajaran
meningkatkan sistem kedepannya. Maka perencanaan awal sebelum terjadinya wabah,
sudah persiapkan konsep seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sistem KKN manual di kawasan perkampungan dan desa dengan pembekalan melalui tatap muka agar mahasiswa lebih mudah memahami maksud dari konsep yang akan dilaksanakan. Sekaligus penetapan anggaran untuk membantu program dan sarana yang dibutuhkan untuk kelancaran program.

Baca Juga :  Sabtu, Dies Natalis STIE Pembangunan

”Nah pada tahun ini proses itu berbalik arah. Karena semua dilakukan
serba daring, mulai dari pembekalan. Sehingga beberapa faktor yang
menjadi kendala dalam pelaksanaan seperti jaringan yang terputusputus. Sehingga membuat beberapa kendala, utamanya komunikasi antara peserta, DPL dan panitia.
Disamping itu terjadinya refocusing anggaran KKN dari Pemerintah Pusat.
Sehingga kita melakukan sesuai kemampuan yang ada, melalui kkn dari rumah/
wilayah masing-masing dengan sistem alternatifalternatif model pelaksanaan KKN selama masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

Para mahasiswa mengambil kegiatan ini agar kurikulim kuliah tetap
dijalankan mahasiswa sesuai dengan waktu ditentukan. Serta tetap bermanfaat. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here