STAIN-SAR Siapkan Aplikasi Kahoot

0
98
DOSEN STAIN-SAR saat menggelar diskusi terkait penggunaan Aplikasi Kahoot untuk digunakan bersama mahasiswa. F-ISTIMEWA

Teknologi Pendukung Pendidikan, Permainan Berbasis Pembelajaran

Untuk mengikuti kemajuan teknologi informasi dan bersiap menghadapi era Revolusi Industri 4.0, kini mahasiswamahasiswi Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdurrahman (STAINSAR) Kepulauan Riau (Kepri) terbantu dengan Aplikasi Kahoot.

BINTAN – APLIKASI Kahoot yakni perangkat yang menyajikan permainan yang berbasis pembelajaran gratis sebagai teknologi pendidikan.

Pada era Revolusi Industri 4.0, tentunya segala tren didunia dengan menggabungkan teknologi otomatisasi, dengan teknologi menjadikan segala sesuatunya menjadi mudah dan cepat dalam tatanan kehidupan manusia saat ini.

Tentunya dunia pendidikan dan pembelajaran di era digital turut berubah, dan kini mulai dari dosen dan mahasiswa dimudahkan dengan mengakses aplikasi pendidikan melalui smartphone.

Untuk itu, dosen di Kampus STAIN-SAR Kepri merencanakan kemudahan dalam proses belajar mengajar menggunakan aplikasi Kahoot.

Para dosen, baru-baru ini menggelar rapat untuk membahas wacana tersebut. Pembahasana itu dihadiri oleh Kepala Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Sudanto, M.M, Kepala Bagian Umum H. Imam Subekti, S.Ag, M.Pd.I serta para dosen di lingkungan STAIN-SAR.

Dalam sosialisasi ini, Sudanto, M.M menyambut baik inovasi evaluasi yang disosialisasikan.

Ia berharap, bahwa sosialisasi ini dapat membantu para dosen dalam pembelajaran.

”Aplikasi ini terutama dapat membantu Prodi MPI terutama pada evaluasi perkuliahan UTS (Ujian Tengah Semester) dan Ujian Akhir Semester (UAS) ke depannya,” sebut Sudanto.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta dan dalam kegiatan ini dilakukan penyampaian materi serta ujicoba membuat web Aplikasi Kahoot membuat soal dan diakhiri dengan ujicoba penggunaan aplikasi tersebut.

Aplikasi Kahoot diluncurkan pada Agustus 2013 lalu dari Norwegia, Kahoot sekarang dimainkan oleh lebih dari Rp50 juta orang di 180 negara.

Sekedar menambahkan, Aplikasi Kahoot dirancang untuk dapat diakses untuk ruang kelas dan lingkungan belajar lainnya di seluruh dunia.

”Kahoot dapat dibuat oleh siapa saja, dan tidak dibatasi untuk tingkat usia atau subjek serta dapat digunakan melalui perangkat, desktop atau laptop dengan web browser, untuk di smartphone Kahoot bisa diunduh di Playstore/ Appstore,” tambahnya.

Pembuatan soal dan host evaluasi para dosen, disarankan menggunakan Kahoot versi Web, sementara mahasiswa sebagai penggunak bisa menggunakan hape atau laptop.

Adapun alasan penerapan aplikasi ini dalam evaluasi adalah, untuk efisiensi biaya, tenaga serta waktu evaluasi. Selain itu, memberikan variasi baru dalam evaluasi yang menantang dan kompetitif.

Lainnya, aplikasi tersebut dari sistem pendidikan yang telah berbasis sistem 4.0. Sementara, Kepala Bagian Umum H. Imam Subekti menambahkan, bahwa Aplikasi Kahoot ini harus benar-benar diterapkan.

”Tujuan penerapan aplikasi ini, untuk menciptakan sarana pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa. Serta meningkatkan motivasi dan kolaborasi mahasiswa dalam kegiatan belajar,” sebut Imam Subekti.

Imam juga berharap, penerapan sistem evaluasi ini tidak hanya diterapkan di Prodi MPI semata namun bisa juga digunakan pada prodi lainnya.

Sebelumnya, pihak civitas akademika STAINSAR telah me-launching aplikasi yang telah dibuat yakni Sistem Layanan Terintegrasi Berbasis Aplikasi Handal (Silebah).

Aplikasi itu di-launching oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan M.A di kampus itu, Kamis (10/10) lalu.

Pada acara itu, Nur Kholis Setiawan juga memberi kuliah umum di kampus tersebut dengan tema, ‘Penguatan Peran PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dalam Moderasi Beragama dan Literasi di Era 4.0’. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here