STAIN-SAR Terapkan Dua Metode KKN

0
96
PELEPASAN dan penyampaian teknis KKN kampus STAIN-SAR Kepri dilaksanakan secara daring. F-ISTIMEWA

BINTAN – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN-SAR Kepri) laksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan metode PAR dan ABCD.

Metode PAR adalah Participatory Action Research yakni metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif diantara warga dalam suatu komunitas.

Sedangkan metode ABCD merupakan, pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat difokuskan pada pengembangan aset yang dimiliki masyarakat, sebagai basis utama pengembangan masyarakat.

Metode ini lebih cenderung kepada pemetaan aset, yang berada di wilayah KKN tersebut. Hal ini disampaikan Kepala P3M yakni Doni Septian, M.IP.

”KKN kali ini mahasiswa/i melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis online (daring) di wilayah tempat tinggal masing-masing secara mandiri. Dengan membuat konten-konten edukasi yang kreatif dan inovatif. Sesuai dengan tema yang ada dengan memanfaatkan platform media sosial seperti WA Grup, Youtube, Instagram, Twitter dan lainya,” jelasnya.

”Selanjutnya, peserta membuat laporan kegiatan untuk KKN seperti log book, jurnal ilmiah, dummy, dan link kegiatan yang diunduh di akun media sosial masing-masing,” tutur Doni Septian menambahkan.

Baca Juga :  Jelang Diesnatalis, Himatika Gelar Road to Dinamika

Ia menambahkan, sesuai dengan tema tahun ini maka target capaian yang diharapkan peserta KKN mampu memberikan ide-ide atau gagasan yang kreatif dan inovatif yang tentunya bermanfaat kepada seluruh lapisan masyarakat.

Lebih khusus, kepada masyarakat yang tedampak langsung oleh wabah pandemi Covid-19 ini.

”Selanjutnya peserta KKN mampu membangun kerjasama yang baik antarlembaga sosial kemasyarakatan, dan stakeholder yang terkait seperti camat, lurah, kades, dan atau gugus tugas resmi penanggulangan pencegahan Covid-19 ini. Dengan catatan, peserta wajib patuh pada protokol kesehatan, dan mengantongi surat izin yang serendah-rendahnya dari level RT setempat. Jika mengharuskan untuk turun kelapangan. Selain itu para peserta KKN diwajibkan membuat laporan output berupa buku maupun jurnal ilmiah,” tambah Doni Septian.

KKN kali ini biasanya dilaksanakan disetiap tahun. Namun tahun ini bersamaan dengan adanya pandemi Covid-19, yang mengakibatkan seluruh elemen masyarakat harus berdiam diri di rumah untuk mengurangi korban akibat pandemi tersebut.

Baca Juga :  Tim Thorium Juara 1 Futsal Piala Stisipol Raja Haji 2018

Kendati demikian, adanya pandemi ini KKN harus tetap terlaksana, maka P3M STAIN-SAR KEPRI membuat KKN kali ini menjadi KKN DR (Dari Rumah).

Dari dua metode tersebut, peserta KKN DR bisa melakukan berbagai hal seperti membuat konten video tata cara memandikan jenazah.

Tentunya, dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda yang ada di wilayah KKN masing-masing peserta.

Ketua STAIN-SAR Kepri, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag menyampaikan, bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN DR harus tetap semangat dan memiliki jiwa sosial dalam pengabdian masyarakat walaupun hanya dari rumah.

“Menjaga nama baik STAIN-SAR selama KKN sangat diperlukan. Karena itu adalah jati diri mahasiswa, dan harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat tempat KKN DR. Melalui KKN DR ini diharapkan mahasiswa dapat memberikan pengertian, dan berbagai solusi dari masalah karna adanya Covid-19 kepada masyarakat luas. Sesuai dengan bidangnya masing-masing. Hal lain yang diharapkan adalah, masyarakat terbantu dengan adanya KKN DR mahasiswa STAIN-SAR,” ungkap Dr. Muhamad Faisal.

Baca Juga :  Posko Dijadikan Tempat Belajar

Lokasi KKN DR dilaksanakan di Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. KKN Daring ini akan berlangsung selama 45 hari dari tanggal 14 September 2020 sampai tanggal 31 Oktober 2020.

Romi Aqmal, M.Si selaku ketua pelaksana KKN DR juga menyampaikan teknis terkait jumlah dan lokasi KKN DR melalui zoom meeting.

Romi menyampaikan total mahasiswa yang mengikuti KKN DR berjumlah 95 orang. Mulai dari Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam berjumlah 57 orang peserta, dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah berjumlah 22 orang peserta.

Selanjutnya, Prodi Hukum Keluarga Islam ada 9 peserta, dan Prodi Studi Ilmu Alquran dan Tafsir 7 peserta. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here