Status NKRI Aman dari Gangguan

0
42
PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ketika menjelaskan kepada awak media terkait status keamanan di perbatasan NKRI di Natuna. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memastikan kedaulatan NKRI di Natuna aman. dari ancaman dan gangguan negara-negara utara. Tidak ada satupun negera-negera utara yang hendak mengganggu wilayah kedaulatan NKRI selama ini.

NATUNA – ”Tidak ada gangguan dari negara -negara utara. Kedaulatan kita aman,” kata Panglima Hadi, kepada sejumlah wartawan pada sesi konfrensi persnya di Pangkalan TNI Terintegrasi Selat Lampa, Natuna, kemarin.Ia berkata, langkah penguatan TNI di Natuna sebagai upaya menjaga kedaulatan NKRI di wilayah-wilayah perbatasan seperti di Natuna.

”Kita membangun kekuatan di Natuna bukan untuk menindak, tapi kita hanya menjaga perbatasan, mengamankan wilayah negara kita,” tegasnya.

Dengan begitu, Panglima Hadi mengaku langkah-langkah penguatan itu lebih bersifat devensif dan antisipatif. Sehingga TNI mengutamakan kekuatan sarana-sarana dan personil yang berkenaan dengan hal di atas.

Ia menyebutkan, selain satuan, pangkalan dan sarana lainnya, TNI juga sedang memperkuat radar udara dan laut sehingga tindakan pengawasan dalam rangka menjaga kedaulatan semakin mumpuni.

”Karena kita menjaga perbatasan, yang pertama kali dibentuk adalah surveilance, yang kita perlukan adalah radar dan radar kapal laut. Itu yang kita perlukan sehingga deteksi dini itu sangat penting, setelah itu baru penindakan, penindakan itu nomer dua. Di Natuna kita sudah ada tiga radar, dua di antaranya radar aktif dan satunya lagi radar pasif. Untuk mendukung pesawat tempur dan kapal perang,” jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Panglima Hadi, gelar kekuatan yang dilakukan TNI di Natuna adalah surveilance dan dukungan-dukungan komunikasi.

”Saat ini kita sedang membangun hub untuk satelit sehingga sarana komunikasi kita harapkan tidak terganggu dengan menggunakan BTS, akan tetapi langsung menggunakan satelit,” ujarnya.

Ketua Komisi I DPR RI, Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari mengaku DPR RI secara politis sangat mendukung terbentuknya Satuan TNI terintegrasi di Natuna. Demikian juga pembangunan pangkalan dan sarana-sarananya.

”Secara budgeting kita juga tentunya suport sepenuhnya untuk menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto turut meresmikan Rumah Sakit (Rumit) Tingkat III Integratif TNI dr Yuniati Wisma Karyani Lanud Raden Sadjad, Selasa (18/12).

Masyarakat memadai Rumah Sakit itu, untuk mendapatkan pengobatan massal gratis pada rangkaian kegiatan peresmian Rumah Sakit itu.

Masyarakat begitu anstusias, dengan adanya kegiatan bakti sosial yang digelar oleh pihak TNI.

Pengobatan gratis ini meliputi penyakit anak, penyakit dalam, operasi bibir sumbing, operasi mata, penyakit syaraf, khitanan dan lain sebagainya.

”Kegiatan yang dilaksanakan pada pengobatan masal ini banyak, dan sekaligus pemberian alat dengar, pemberian kacamata, serta pembagian kursi roda, dan masih banyak lagi,” kata Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, ketika memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Selasa (18/12).

Mayjen TNI dr Ben menjelaskan, rumah sakit integrasi TNI ini adalah suatu percontohan pertama kali dibentuk diwilayah perbatasan yakni di pulau terluar khususnya Kabupaten Natuna. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here